0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Penolakan Imunisasi, Begini Langkah Dinkes Klaten

Pertemuan lintas sektor Persiapan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (23/2). (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mengusung target pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio pada 8-15 Maret menjaring kesuksesan lebih dari 95 persen. Hal itu terungkap dalam pertemuan lintas sektor Persiapan PIN Polio di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (23/2).

“Memang masih ada sebagian orangtua yang menolak, tapi proporsinya sangat kecil. Maka akan kami antisipasi jangan sampai yang kecil itu menjadi besar,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Klaten, Cahyono.

Dijelaskan, imunisai bertujuan untuk memberikan perlindungan optimal dan merata terhadap kasus polio yang disebabkan virus polio sabin. Selama pelaksanaan PIN polio itu, Dinkes Klaten bakal menyasar sebanyak 85.394 balita berusia 0-59 bulan.

Menurut Cahyono, penolakan vaksin imunisasi oleh sebagian orangtua itu karena bertentangan dengan keyakinan, yakni material yang masuk ke dalam tubuh harus jelas asal usul dan halal haramnya. Maka pihaknya menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sosialisasi dengan sasaran kelompok tertentu.

“Dengan penyadaran dari MUI kami berharap masyarakat bisa menerima, tapi ya tetap saja masih ada yang menolak. Padahal substansi imunisasi untuk memberikan perlindungan dari penyakit tertentu, seperti penyakit polio. Sedangkan perlindungan secara umum melalui asupan nutrisi dan gizi serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (P2PKLB) Dinkes Jawa Tengah Subur Hadi Marhaento. Menurut dia, jika ada balita yang tidak datang dan belum mendapatkan imunisasi sebaiknya dikunjungi. Kemudian diberikan imunisasi polio dalam kurun waktu maksimal tiga hari.

“Kabupaten Klaten sudah mencapai 100 persen dalam PIN sebelumnya. Hal ini perlu dipertahankan dalam PIN Maret nanti,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge