0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penambangan Liar Marak di Boyolali, Ini Reaksi DPRD

dok.timlo.net/nanin
Petugas memantau aktivitas penambangan liar di wilayah kawasan Merapi, Selo (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — DPRD Boyolali menyayangkan maraknya penambangan liar, terutama dampak yang ditimbulkan. Dalam waktu dekat ini, DPRD bakal mengundang Balai Energi Sumberdaya Mineral (BESDM) Jateng, terkait kerusakan lingkungan akibat penambangan liar.

“Kenapa kita undang BESDM, karena selama ini kewenangan perijinan penambangan ada di provinsi, mereka harus tahu dampak yang dirasakan Boyolali,” kata Ketua DPRD Boyolali, Paryanto, Selasa (23/2).

Dijelaskan, selama ini daerah, dalam hal ini bupati, hanya berwenang  memberikan rekomendasi perijinan. Namun, sejauh ini, bupati sama sekali belum pernah memberikan rekomendasi satupun kepada penampang, terutama di kawasan lereng Merapi Merbabu.

“Tapi kenyataanya kenapa penambangan marak, ada apa ini,saya nanti akan pimpin langsung operasi,” ujar Paryanto.

Dijelaskan, pihaknya tidak melarang adanya aktivitas pertambangan, terutama karena kewenangan perizinan berada di provinsi. Hanya saja, penambangan di Boyolali harus berdasarkan regulasi dan tidak liar. Selain itu, pengelola tambang juga harus memenuhi kewajibanya dan berkomitmen untuk tidak merusak lingkungan.

“Di kawasan Merapi, penambangan yang ada sama sekali tidak memiliki ijin tapi mereka sudah bergerak,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge