0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Balon Google di Sri Lanka Jatuh Saat Uji Coba Pertama

Balon Google. (Dok: Timlo.net/ Daily Mail.)

Timlo.net — Balon Google, bagian dari layanan internet berkecepatan tinggi milik perusahaan itu yang disebut dengan Proyek Loon jatuh di sebuah kebun teh di Sri Lanka. Para penduduk desa menemukan balon itu dengan perlengkapan elektronik di dalamya di wilayah kebuh teh di Gampola, Sri Lanka, Rabu (17/2) malam.

Akan tetapi Information and Communication Technology Agency (ICTA) Sri Lanka, yang berkordinasi dengan Google terkait uji coba balon itu berkata jika pendaratan balon itu terkontrol dan terjadwal.

Salah petugas polisi di wilayah itu berkata, “Para pekerja di kebun teh menemukan balon itu jatuh di kebun. Mereka memungut bagian-bagian balon yang jatuh dan membawanya ke kantor polisi.”

Akan tetapi kepala ICTA Muhunthan Canagey menulis di Twitter: “Balon Google mendarat dengan selamat sesuai dengan prosesur operasi standard sebagai bagian dari tes.”

ICTA menolak berkomentar tentang detail pendaratan balon itu. Satu dari tiga balon Google masuk ke kawasan udara Sri Lanka pada Senin (15/2) setelah dirilis di Amerika Selatan. Uji coba balon ini di Sri Lanka merupakan bagian kerja sama antara raksasa internet Amerika Serikat itu dan Colombo untuk memberikan internet berkecepatan tinggi yang ditenagai oleh balon helium.

Pemerintah Sri Lanka mengumumkan awal bulan ini jika mereka mengambil saham 25 persen dari joint venture dengan Google. Sri Lanka tidak berinvestasi terhadap proyek ini, tapi akan mengambil saham sebagai biaya penyediaan spectrum untuk proyek ini.

Bagian 10 persen dari venture itu akan ditawarkan kepada operator seluler yang ada di negara itu. Proyek Loon ini menawarkan jangkauan dan biaya internet yang lebih murah. Balon-balon itu saat sudah berada di stratosfer akan lebih tinggi dua kali dari pesawat komersial dan menggunakan angin dan algoritma untuk menentukan lokasi dan tujuan mereka.

Google berkata jika balon-balon itu memiliki masa pakai 180 hari tapi bisa didaur ulang. Kurang dari seperempat populasi Sri Lanka yang memiliki akses Internet reguler. Sri Lanka sendiri memiliki lebih dari 20 juta penduduk. Sri Lanka adalah negara pertama di Asia Selatan yang memperkenalkan ponsel pada 1989. Negara ini juga merupakan negara pertama di wilayah Asia Selatan yang merilis internet 4G dua tahun lalu.

Sumber: Daily Mail

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge