0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Sangat Rawan, Perlu Persatuan yang Kuat

dok.timlo.net/nanang rahadian
Dandim 0727/ Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Ancaman untuk memecah kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) ada di depan mata. Seluruh elemen bangsa diminta untuk bersatu mempertahankan keutuhan Bumi Pertiwi. Sebab hanya dengan persatuan yang kuat kunci dari utuhnya NKRI.

”Indonesia menjadi incaran pihak asing karena sumber daya alam yang dimiliki. Berbagai upaya dilakukan untuk menguasai sumber daya alam,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0727/ Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda saat di sela  silaturrahmi Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) di gedung DPRD Karanganyar, Senin (22/2).

Berdasarkan data dari British Petroleum, sisa cadangan energi fosil dunia diprediksi akan habis pada 2056. Karena peningkatan konsumsi hingga 40 persen, energi fosil akan habis lebih cepat yakni di 2043. Dengan kondisi itu, diprediksi akan terjadi pergeseran latar belakang konflik dunia.

”Saat ini 70 persen konflik berlatar belakang perebutan energi fosil di wilayah Arab, ke depan bukan tidak mungkin konflik bergeser ke Indonesia,” imbuhnya.

TNI sebagai penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak akan kenal kompromi. Apalagi saat ini, pasukan sekutu sudah mulai mendekat wilayah Indonesia. Satu saja masalah terjadi di Indonesia, maka menurut Dandim, hal itu akan menjadi pintu masuk bagi negara asing untuk menguasai Indonesia.

“Posisi Indonesia sangat rawan, maka diperlukan persatuan yang kuat dari rakyat Indonesia sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil bupati Karanganyar Rohadi Widodo menjelaskan, persatuan dan kesatuan menjadi landasan agar bangsa ini tidak terpecah dan dijajah. Selain ancaman pihak asing, bangsa Indonesia juga menghadapi ancaman komunis, gerakan ekstrimis, serta ancaman para kapitalis.

”Kita sudah kehilangan Timor-Timur. Kita tidak ingin kehilangan yang lain. Jika bangsa ini sudah terpecah, maka akan semakin rapuh dan mudah untuk dikuasai. Bangsa ini harus tetap bersatu. NKRI merupakan harga mati,” kata Wakil Bupati.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge