0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Modus Bisnis Narkoba di Lapas, Sabu Ditaruh di Nasi Bungkus

dok.timlo.net/aditya wijaya
Kapolres Klaten AKBP Faizal (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Tiga dari empat tersangka rantai peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang di lembaga pemasyarakatan (Lapas) II B Klaten terungkap. Selain melibatkan seorang petugas sipir, transaksi tersebut ternyata dikendalikan salah seorang narapidana (Napi) Lapas yang terletak di Jalan Pemuda Selatan No. 206 Klaten itu.

“Kasat Narkoba mengatakan selalu berkoordinasi dengan baik bersama Kalapas (Kalapas Klaten Budi Prayitno) dalam penangkapan oknum Lapas yang terlibat Narkoba,” ujar Kapolres Klaten AKBP Faizal, Senin (22/2).

Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan Kamis (18/2) malam itu berkat laporan masyarakat. Kejadian bermula saat Napi Hari Purwanto alias Jolembung (33) warga Kabupaten Boyolali meminta petugas penjaga pintu utama (P2U) Lapas Klaten, Sulagi (45) untuk mengambil paket sabu-sabu. Barang haram itu dibawa dua perantara/kurir, yakni Yoga Wendy Ardana (20) warga Kabupaten Sukoharjo, dan Ricky Sanjaya Dewanto (18) warga Jakarta Timur.

“Modusnya, petugas Lapas dimintain tolong seorang Napi ambilkan suatu barang yang diletakkan di pintu utama Lapas di dalam bungkusan nasi bungkus. Setelah diperiksa, ternyata di dalam nasi bungkus terdapat paket sabu seberat 0,60 gram,” ujar Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto.

Sementara itu, petugas P2U Lapas Klaten, Sulagi, membantah dirinya berperan sebagai perantara. Ia mengaku hanya dimintai tolong untuk mengambil barang yang telah diletakkan di luar pintu lapas.

“Saya ditelepon orang dalam (Napi) kamar 15. Saya tidak tahu kalau di dalam nasi bungkus itu ada sabu. Setelah saya ambil barang itu, lalu saya taruh di lemari. Kemudian polisi datang menggeledah dan menangkap saya,” ucapnya dalam gelar perkara di Mapolres Klaten, Senin (22/2).

Dari penggerebekan itu, petugas menyita 12 paket sabu-sabu seberat 11,09 gram dari tangan dua kurir. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 dan atau pasal 112 dan atau pasal 132 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun hingga seumur hidup.

 

“Kami bersama Kalapas berkomitmen membabat habis peredaran Narkoba. Kami akan berusaha membongkar jaringannya dan bandar besarnya,” tandas Kapolres Klaten AKBP Faizal.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge