0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuh Bocah SD di Wonogiri Dituntut Seumur Hidup

Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean saat gelar kasus pembunuhan Arif Murdika (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setelah mengalami penundaan hampir tiga pekan, sidang kasus pembunuhan bocah SD, Arif Murdoko, sekaligus pelaku pelecehan seksual terhadap sedikitnya sembilan anak, warga Dusun Soko, Desa Bulurejo, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri kembali digelar. Dengan  mendapatkan pengawalan ekstra ketat aparat Polres Wonogiri, terdakwa Riki Fajar Santoso (35) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri.

“Ada penundaan, dikarenakan materi tuntutan yang diajukan kepada Kejaksaan Agung baru selesai ditandatangani,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Wonogiri, Siwi Prasetyani, Senin (22/2).

Dalam tuntutan dakwaannya, kata Siwi, terdakwa Riki Fajar Santoso dituntut telah melakukan pembunuhan berencana, sehingga pantas diganjar dengan hukuman seumur hidup.

“Dia terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” katanya.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Marliyus dengan anggota Siwi Rumbar Wigati dan Ni Kadek Ayu. Di hadapan majelis hakim, Istanto, ayah korban (Arif Murdika) mengaku mengenal dan mengetahui keseharian terdakwa. Terdakwa dikenal cukup baik dan tidak bertingkah aneh. Namun demikian, karena anaknya telah tewas di tangan terdakwa, maka ia berharap terdakwa dihukum seberat-beratnya, yakni hukuman mati.

Menanggapi tuntutan tersebut, tim pengacara terdakwa yang diwakili Andreas Ganis Wibowo, berencana pada agenda sidang pekan depan akan mengajukan pledoi.

“Menurut kami, kasus tersebut bukanlah pembunuhan berencana melainkan terdakwa hanya ketakutan karena telah menghilangkan nyawa korban. Hal itu didasari delapan korban lainnya merupakan korban pelecehan seksual juga tidak sampai dibunuh,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge