0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cap Go Meh, Barongsai dan Liong Diarak Keliling Kota

dok.timlo.net/heru murdhani
Atraksi Barongsai dan Liong (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sembilan Barongsai dan dan sata Naga Liong membungkuk sebanyak tiga kali di halaman Klenteng Tien Kok Sie, Solo. Musik dari simbal dan tambur ditabuh keras dan rancak dengan ritme cepat, mengiring para Singa Tiongkok tersebut masuk ke dalam klenteng.

Di dalam Klenteng, para Barongsai tersebut satu per satu dipasangi kertas mantra atau yang biasa disebut Kertas  Hu. Selain itu, di kepala Barongsai dan Liong juga dipasang seikat ranting dan daun pohon beringin. Usai pemasangan dua piranti ini, seorang petugas dari klenteng memercikkan air yang telah disucikan.

“Kertas Hu dan daun Beringin ini dipercaya untuk menolak bala dan mendatangkan kebaikan. Sedangkan air yang dipercikkan adalah air yang diambil dari beberapa klenteng, untuk permohonan keselamatan, agar acara puncak Cap Go Meh ini berjalan dengan lancar,” ungkap pengurus Klenteng Tien Kok Sie, Henry Susanto, Senin (22/2).

Aksi Barongsai dan Naga Liong terus berlanjut. Mereka melakukan atraksi di depan Klenteng Tien Kok Sie, dan kemudian berarak berkeliling kota. Terlihat beberapa penonton memberikan angpao kepada Barongsai.

Rombongan Barongsai ini dibagi menjadi dua untuk menyambangi Klenteng Poo An Kiong di kawasan Coyudan, dan Klenteng di kawasan Sraten. Selain itu, Barongsai akan melakukan atraksi di halaman rumah atau depan toko di sepanjang jalan yang mereka lewati.

“Barongsai ini dianggap untuk membersihkan jalanan, dan meindungi lingkungan dari segala yang jahat. Kemudian biasanya banyak orang memberikan angpao kepada Liong Barongsai. Angpaw ini merupakan kelebihan rejeki dari yang mereka terima tahun lalu, dengan memberikan angpao, mereka percaya bahwa tahun depan bisa memberikan yang lebih lagi,” katanya.

Kirab Barongsai dalam menyambut Cap Go Meh ini merupakan puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek. Karena setelah perayaan Cap Go Meh, tidak lazim mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek, dan liburan telah usai, sehingga masyarakat Tionghoa harus bekerja kembali.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge