0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hanya Rp 200, Plastik Berbayar Dianggap Terlalu Murah

merdeka.com
Penggunaan kantong plastik (merdeka.com)

Timlo.net — Sejumlah toko ritel di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai memberlakukan plastik berbayar. Namun, harga dipatok Rp 200 itu dianggap masih terlalu murah, sehingga banyak masyarakat masih menggunakan kantong plastik ketika berbelanja.

“Dari pada membawa barang belanjaan ditenteng, mendingan bayar kantong saja, cuma Rp 200,” kata seorang pembeli di Indomaret, Jalan Juanda, Bekasi Timur, Yulianto (22), Minggu (21/2).

Yulianto membeli sebotol air mineral kemasan ukuran 1.500 mililiter seharga Rp 6.000, dan sejumlah makanan ringan. Dia mengaku repot jika tak menggunakan kantong plastik. Lagi pula, ia mengaku malas membawa kantong sendiri dari rumah.

Sementara itu, kasir di minimarket itu, Intan mengatakan, sebagian besar pembeli masih memilih menggunakan kantong plastik disediakan oleh toko.

“Kami sudah menawarkan, apakah pakai plastik apa enggak. Tapi, kebanyakan memilih menggunakan plastik,” kata Intan.

Sejumlah warga menyebut, kebijakan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan harga kantong plastik dipatok Rp 200, dianggap belum membuat warga beralih dari kantong plastik.

“Karena terlalu murah, minimal Rp 1.000 lah, mungkin bisa pikir-pikir meminta plastik,” kata seorang warga lainnya, Ari (26).

Menurut Ari, program mengurangi plastik sedang digalang pemerintah memang menarik. Sebab, pembeli lebih cenderung memanfaatkan pembulatan harga ditawarkan toko ritel buat mendapatkan plastik.

Misalnya, saat ada pembeli akan membeli sekotak susu cair ukuran 200 mililiter seharga Rp 4.300, tentu saja pembeli akan dengan sukarela membulatkan harga menjadi Rp 4.500 untuk mendapatkan plastik.

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Supandi Budiman, menyatakan tak berwenang menentukan tarif plastik dijual di toko ritel. Namun, dia berpendapat, harga murah itu supaya masyarakat tak keberatan. Hanya saja, ada pesan sosial supaya warga menyadari pentingnya memperbaiki kualitas lingkungan hidup dengan tak lagi memproduksi sampah plastik.

Menurut Supandi, bila program itu berhasil, maka akan mengurangi sampah plastik hingga 80 ton per hari dari 800 toko ritel di Kota Bekasi. Dengan begitu, kata dia, produksi sampah juga turut berkurang.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge