0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendaki Merbabu Diperingatkan Untuk Lewati Jalur Resmi

dok.timlo.net/nanin
Hutan Gunung Merbabu terpantau di Dusun Wonodoyo, Desa Ngangrong, Ampel, berasap (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali – Pendaki Gunung Merbabu dihimbau untuk tidak melalui jalur pendakian yang tidak resmi. Himbauan ini dilakukan agar pendaki tidak tersesat, menyusul banyaknya pendaki yang tersesat di Kawasan Gunung Merbabu. Selain itu juga dikarenakan banyaknya jalur pendakian yang tidak resmi di kawasan tersebut.

“Jalur tidak resmi itu merupakan jalur warga untuk mencari rumput,” kata Koordinator Perlindungan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGm), Kurnia Adi Wirawan, Sabtu (20/2).

Untuk kawasan Gunung Merbabu, ada empat jalur pendakian resmi, yaitu Selo, Boyolali, Cunthel dan tekelan di Semarang, serta wekas di Magelang. Namun, ternyata masih banyak pendaki yang nekat melintasi jalur tikus, yang sebenarnya merupakan jalur warga beraktivitas di Lereng Merbabu.

“Salah satunya di Ampel, jalur ini sudah ditutup, tapi masih sering dilalui pendaki,” tambahnya.

Dijelaskan, bila melintasi jalur yang tidak resmi, petugas tidak bisa melakukan pengawasan terhadap aktivitas pendakian karena tidak  terdata di pos resmi. Selain itu, jalur tikus tersebut banyak melalui wilayah ekosistem hutan lindung, sehingga aktivitas di jalur tersebut dikhawatirkan bisa merusak vegetasi alami hutan.

Di jalur tersebut juga tak ada papan informasi atapun shelter pendakian, sehingga jika terjadi sesuatu akan menyulitkan proses evakuasi.

“Untuk pengawasan di jalur tikus, kami menggandeng Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Merbabu (MMM),” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge