0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disbudpar Tak Mau Asal-asalan Selesaikan Museum Keris

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Eny Tyasni Suzana (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Molornya waktu pembukaan Museum Keris di Jalan Bhayangkara, Laweyan lantaran pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo tak ingin asal-asalan menyajikan sebuah konsep edukasi bagi masyarakat. Selain memamerkan benda bersejarah berupa pusaka dari masa lampau, mereka juga ingin membuat visualisasi modern supaya masyarakat tertarik dan memahami proses pembuatan keris secara detail.

“Nantinya, museum keris juga akan disertai visualisasi modern tentang sejarah, pembuatan keris dan penggunaan keris dalam kehidupan budaya jawa,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Eny Tyasni Suzana, Jumat (19/2).

Hal itu, kata Eny, mengakibatkan pembuatan museum keris yang terletak disisi barat Stadion Sriwedari mengalami keterlambatan dari jadwal pembuatan yang telah ditetapkan. Meski begitu, pihaknya menjamin masyarakat tak akan kecewa jika hasil akhir museum yang digadang-gadang sebagai tempat koleksi keris tersebut telah selesai sempurna.

“Kami gak ingin asal-asalan jadi. Nantinya, museum yang dibangun tak cuma menyuguhkan koleksi keris semata tapi lengkap dengan visualisasi moderen,” jelasnya.

Ditargetkan, mulai Bulan April mendatang akan kembali dikerjakan dengan fokus pembuatan diorama, story line dan visualisiasi modern. Rencananya, bulan Juli atau pertengahan tahun ini museum keris dapat segera dibuka.

“April kembali dikerjakan dengan tenggat waktu tiga bulan kedepan. Sehingga, pertengahan tahun dapap segera diresmikan,” terang Eny.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge