0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rio Dikenal Pendiam Waktu SD, Prestasinya Biasa Saja

Kepala SD Pangudi Luhur Solo, Sunarya (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo —  Indonesia melahirkan sejarah pertama kalinya mengirimkan wakil di balapan bergengsi Formula One (F1). Ya, Rio Haryanto, pemuda 23 tahun kelahiran Solo, 22 Januari 1993 ini menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Rio diikat tim Manor Racing asal Inggris untuk adu kebut jet darat kelas wahid tahun 2016 ini

Rasa bangga pun turut menyelemuti alumni sekolah Rio sewaktu duduk di kursi Sekolah Dasar yakni SD Pangudi Luhur Solo. Rio tercatat pernah bersekolah di SD yang terletak di Jalan Sugiyopranoto Solo ini sejak kelas 1 hingga lulus. Kalangan bekas guru-guru menyebut putra bos perusahaan kertas Kiky ini adalah anak yang pendiam, dengan prestasi akademik yang biasa-biasa saja.

“Rio memang benar alumni sini, Tentu kebanggaan bagi kami begitu mendengar kabar Rio masuk F1. Kami nggak menyangka Rio bisa masuk kejuaraan bergengsi. Padahal dia anak yang pendiam dan prestasinya juga tidak ada yang menonjol,” ujar Kepala SD Pangudi Luhur Solo, Sunarya saat ditemui wartawan, Jumat (19/2) siang.

“Sebenarnya sejak kecil Rio sudah terlihat punya bakat dan ingin berprestasi di olahraga balapan. Karen dari lingkungan keluarganya juga mendukung penuh dan familiar. Kami akan pasang spanduk di depan sekolah atas keberhasilan Rio, karena kebanggaan untuk SD Pangudi Luhur,” imbuh Sunarya.

Terpisah, pengurus Yayasan SD Pangudi Luhur, Bruder Ignasius berharap prestasi Rio Haryanto menular ke siswa-siswa generasi selanjutnya. “Banyak siswa lainnya meninginkan cita-cita bisa menjadi seperti Rio. Saya berharap kesuksesannya menular hingga ke generasi berikutnya,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge