0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Kebakaran, BPBD akan Libatkan Masyarakat

Kepala Harian BPBD Solo Gatot Sutanto menunjukkan sejumlah pakaian tahan api (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Idealnya sebuah kota besar harus memiliki pos pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Namun tingginya biaya untuk membangun pos pemadam kebakaran ditengarai menjadi permasalahan untuk merealisasikan gagasan tersebut.

“Di Kota Solo, ada 3 pos pemadam kebakaran. Namun, makin padatnya jalanan membuat gerak pemadam menjadi terhambat. Dan tak jarang, sampai di lokasi, api sudah membakar bangunan atau rumah yang terbakar,” kata Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Gatot Sutanto, Jumat (19/2).

Meski begitu, ada gagasan lain yang saat ini tengah dirancang oleh pihak BPBD Solo. Yakni, dengan melibatkan masyarakat untuk ikut berperan serta dalam penanggulangan bencana kebakaran. Tentunya, sesuai standar sarana dan prasarana yang akan diberikan kepada mereka.

“Kalau untuk membangun pos pemadam memang biayanya cukup tinggi. Namun, kalau melibatkan masyarakat dengan memberi pelatihan dan bekal sarana prasarana di tiap kelurahan di Kota Solo mungkin dapat dilakukan,” terang Gatot.

Rencananya, jika BPBD mendapat tambahan anggaran dari Pemkot Solo maka pihaknya akan membekali warga di kelurahan yang rawan kebakaran dengan alat pompa pemadam kebakaran portabel serta sejumlah pakaian tahan api. Mengingat, saat ini ancaman kebakaran makin banyak seiring kepadatan penduduk dan tingginya penggunaan alat elektronik.

“Nantinya, warga kita latih menggunakan alat pompa pemadam portabel untuk menjinakkan api. Sembari, menunggu tim dari pemadam datang ke lokasi,” jelas Gatot.

Saat ini, lanjutnya, BPBD Solo masih memiliki tiga pompa pemadam portabel. Alat ini dinilai praktis dan ekonomis mengingat dapat digunakan di lokasi sempit dan dengan pengoperasian yang sederhana.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge