0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Camat Giriwoyo : Tunggu Hasil Koordinasi Dengan BKD

Ilustrasi PNS (merdeka.com)

Wonogiri — Pemkab Wonogiri bakal mengambil tindakan tegas terhadap PR. Meski demikian, hal itu sanksi yang akan diberikan masih menunggu koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat.

“Saat ini oknum pegawai tersebut sudah saya klarifikasi, dan warga yang jadi korban sudah kami data,” ungkap Camat Giriwoyo, Sariman, Kamis (18/2).

Menurutnya, oknum pegawai kecamatan tersebut yakni PR, staf adiministrasi Kecamatan Giriwoyo. Status PR sendiri bukan pegawai negeri sipil (PNS) melainkan tenaga honorer K2.

“Dia sudah mengakui perbuatannya, dan akan bertanggung jawab. Saat ini sudah kita perintahkan untuk menarik kembali SIUP palsu yang dibagikan kapada warga,” jelasnya.

Menurut dia, dalam SIUP palsu yang diberikan kepada warga tersebut mencatut nama dan tanda tangan dirinya. Padahal dirinya merasa tidak membubuhkan cap maupun tanda tangannya.

“Dari pengakuan pelaku ada empat warga korbannya, tiga warga Desa Sejati dan satu warga Dringo, Tawangharjo, ” katanya.

Pihaknya berjanji dengan kasus ini akan diselesaikan secepatnya. Warga yang sudah dimintai uang oleh PR, berkisar antara Rp 150 Ribu hingga Rp 200 Ribu akan segera dikembalikan. Terkait sanksi, pihaknya juga akan berkoorniasi dengan BKD Wonogiri.

Terpisah, PR saat dikonfirmasi via telepon mengakui perbuatannya. Meski demikian dirinya berdalih, jika yang dilakukannya merupakan salah satu tahapan atau tindak lanjut hasil sosialisasi perijinan yang pernah dilakukan oleh BPMPP Wonogiri.

“Saya tidak mematok tarifnya, dan saya tahu itu menyalahi aturan, warga sendiri yang memberinya atas dasar ikhlas mas,” kilahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge