0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berdalih Urus SIUP, Pegawai Kecamatan Diduga Tipu Warga

ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Wonogiri — Warga Dusun Turi, Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri diduga menjadi korban penipuan oknum pegawai kecamatan setempat. Rata-rata yang menjadi korbannya para pedagang di jalur lintas selatan (JLS) tersebut. Oknum tersebut memungut uang ratusan ribu dengan dalih pengurusan surat ijin usaha (SIUP).

“Pekan lalu saya didatangi pegawai Kecamatan Giriwoyo. Kedatangannya dengan maksud untuk pengurusan surat ijin usaha, katanya kalau sudah punya SIUP jika nanti ada razia Kamtibmas bisa aman,” ungkap pemilik warung kelontong, warga Dusun Turi, Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Wiji, Kamis (18/2).

Menurutnya, oknum pegawai kecamatan tersebut meminta uang dengan jumlah nominal tertentu untuk biaya pengurusan SIUP. Bahkan di Dusun Turi sendiri ada sekitar empat pedagang yang juga menjadi korban oknum pegawai magang tersebut.

“Awalnya saya diminta Rp 150 ribu, kemudian kemarin pagi setelah surat ijin itu jadi, dia datang ke sini dan meminta tambah, katanya sebagai uang transpor, kemudian saya beri Rp 50 ribu,” jelasnya.

Dikatakan, selain dirinya, ada tiga warga yang turut dipungut uang pengurusan SIUP itu. Satu warga pemilik warung kelontong, penjual mie ayam dan penjual HIK.

“Nominalnya bervariasi,kalau saya total Rp 200 ribu, warga lainnya ada yang dimintai Rp 250 ribu,” katanya.

Ia tak mengira jika yang dilakukan oknum pegawai kecamatan itu menyalahi aturan. Saat ditanya inisial oknum pegawai kecamatan tersebut, ia sempat memberitahu, namun kemudian dia menyebut jika oknum tersebut berinisial PR.

“Kalau domisilinya saya tidak tahu. Setahu saya dia itu pegawai kecamatan,” terangnya.

Sementara berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, diketahui kasus ini terbongkar lantaran salah seorang warga mengenal pegawai kecamatan yang mengetahui tentang perijinan.

Setelah warga tersebut konfirmasi ke pihak kecamatan, dan ternyata  program pembuatan atau pengurusan SIUP secara massal tidak benar dan melanggar aturan, terlebih lagi dengan memungut biaya ratusan ribu. Tak hanya warga Desa Sejati saja yang menjadi korbannya, namun ada beberapa warga Dusun Dringo, Desa Tawangharjo juga menjadi korban penipuan oknum pegawai Kecamatan Giriwoyo tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge