0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Boyolali Siap Terima Penghuni Eks Kalijodo

dok.timlo.net/nanin
Pabrik garmen di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali siap memfasilitasi rencana pemerintah yang hendak mempekerjakan eks pekerja seks komersial (PSK) Kalijodo, Jakarta, ke pabrik garmen. Hal ini seperti yang diwacanakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang hendak mempekerjakan eks PSK Kalijodo ke perusahaan garmen di Jateng, salah satunya di Boyolali.

“Kalau itu memang program pemerintah kita siap mengamankan, tapi hingga kini belum ada surat resmi dari pusat,” kata Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, Kamis (18/2).

Bila wacana tersebut direalisasikan, Purwanto mengaku akan segera melakukan sosialisasi dengan perusahaan garmen di Boyolali. Hanya saja, penyaluran ke garmen di Boyolali membutuhkan proses. Dia ntaranya, penghuni eks Kalijodo harus benar-benar bekerja, bukan mengalihkan profesi (prostitusi) di Boyolali.

“Mereka harus berkomitmen bekerja, harus mengikuti UMK di Boyolali,” tambahnya.

Terpisah, Human Resource Management General Manager PT Pan Brother Tbk, Nurdin Setiawan, belum bersedia menanggapi wacana Mensos. Bila hal itu terjadi, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan untuk memperkerjakan penghuni eks Kalijodo.

“Prinsipnya kita siap membantu pemerintah, tapi kita juga memiliki aturan main juga,” tambahnya.

Pan Brother sendiri saat ini memiliki tiga cabang di Boyolali, di Mojosongo, Klego, dan Sambi. Untuk tahun ini membutuhkan 29.000 tenaga kerja namun baru terpenuhi 24.000 orang, sehingga masih ada kekurangan 5.000 tenaga kerja.

“Kita kesulitan mencari tenaga kerja dengan usia produktif 18 tahun sampai 25 tahun, saat ini kita toleransi usia 18 tahun hingga 35 tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk wilayah Boyolali, banyaknya investasi di bidang industri terutama garmen belum diikuti ketersediaan tenaga kerja. Pabrik garmen di Boyolali masih kekurangan 16.000 tenaga kerja.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge