0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Plafon Ruang Kelas Nyaris Jebol, Siswa Was-Was

dok.timlo.net/nanang rahadian
Salah satu ruang kelas SMPN 1 Ngargoyoso (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ngargoyoso, Karanganyar mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dibayangi rasa takut dan was-was. Pasalnya, plafon ruang kelas mereka nyaris ambrol dan hanya disangga dengan bambu.

“Ini sudah parah, kalau sewaktu-waktu jebol gimana,” kata Ketua Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani saat Sidak di sekolah tersebut, Selasa (16/2) lalu.

Endang mengungkapkan, kondisi gedung sekolah tersebut sudah rusak termakan usia dan nyaris roboh. Bahkan plafon ruang kelas sudah disangga dengan bambu agar tidak roboh. Kondisi ini telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

”Ada 3 ruang kelas belajar yang mengalami keruskan. Para siswa harus belajar ditengah perasaan was-was,” jelas Endang.

Informasi yang diterima Komisi D, sebenarnya Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) sudah melakukan pendataan terhadap sekolah yang mengalami kerusakan. Namun sampai sejauh ini nyatanya belum ada realisasi perbaikan.

”Puluhan siswa dari dua ruang sudah dievakuasi belajar ke ruang lain. Sedangkan satu kelas masih bertahan, kondisinya ruang kelas yang mereka tempati disangga bambu,” imbuhnya.

Terkait kondisi tersebut, Endang mendesak pemkab segera melakukan perbaikan terhadap sekolah. Pihaknya telah meminta Pemkab tidak hanya menganadalkan dana APBN dalam melakukan renovasi dan pembangunan sekolah. Terlebih dalam kondisi darurat seperti itu mendesak harus segera diperbaiki karena membahayakan siswa maupun guru.

”Pemkab bisa menggunakan dana APBD. Ini kelalaian Pemkab. Segera lakukan perbaikan. Kondisi seperti ini mengganggu proses belajar mengajar,” tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Disdikpora Karanganyar Agus Hariyanto mengatakan, sekolah yang mengalami kerusakan tersebut belum masuk dalam daftar sekolah rusak. Untuk itu, pihaknya meminta seksi sarana dan parasarana pendidikan melakukan pengecekan langsung ke sekolah.

”Kita sudah melakukan pengecekan. Sekolah juga kami minta untuk mengajukan proposal perbaikan ruang kelas. Nanti akan kita ajukan dalam perubahan anggaran,” tandas Agus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge