0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nekat ‘Uji Nyali’ untuk Tetap Bersekolah

Pelajar melewati jalan yang terkena longsor (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Siswa-siswi warga Dusun Pengkok dan Pondok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Wonogiri harus menyusuri jalan setapak nan terjal di Bukit Tasin, untuk tetap dapat bersekolah. Mereka harus beruji nyali menyusuri jalan alternatif yang sebenarnya juga rawan longsor.

Mereka harus ‘uji nyali’ dengan melewati jalan setapak yang hanya berukuran dua meter. Jarak yang ditempuh juga cukup jauh. Mereka harus memutari dua bukit, jaraknya sekitar 3 kilometer. Padahal sebelum longsor terjadi, mereka lewat jembatan penghubung Dusun Pengkok dan Pondok dengan Dusun Ngantirejo.

”Ya ini jalan satu-satunya, kalau tidak nekat nanti ketinggalan pelajaran,” ungkap Warni, salah satu wali siswa warga Pondok, Rabu (17/2).

Warni hanya berpesan kepada anaknya yang bersekolah di SDN 3 Beruk agar berhati-hati saat melintasi jalan setapak itu. ”Awalnya pengen libur di rumah dulu, tapi kalau terlalu lama anak-anak bisa tidak naik kelas. Apalagi sudah mau tes mid semester,” imbuhnya.

Anak Dusun Pengkok yang sudah bersekolah di SMP juga nekat menerabas jalan alternatif itu. Siswa tersebut bahkan membawa kendaraan roda dua. Agar tidak mudah terpeleset, mereka mencopot sepatunya. Kondisi jalan alternatif yang becek sangat mudah menjatuhkan anak-anak tersebut.

Warni pun tak mau berpangku tangan tinggal di rumah. Dia juga menggendong sayur hasil pertaniannya ke dusun seberang untuk dijual. Karena hanya dengan cara itu mereka tetap mendapatkan penghasilan.

”Sebenarnya sudah ada jalan alternatif yang lewat Desa Wonorejo (seberang Desa Beruk —Red), tapi harus memutar lebih jauh lagi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge