0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Wiwin Laporkan Iptu Sriyanto ke Propam Polres Klaten

Sarip Nurachman (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Curahan hati Wiwin Susilowati (32) warga Dukuh Jurukan, Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan melalui akun facebook Sella Bunda Rifat, Selasa (16/2), menggegerkan media sosial. Pasalnya dia merasa menjadi korban pemukulan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Klaten, Iptu Sriyanto, Senin (15/2).

“Ya sebagai warga negara yang baik kami melaporkannya ke Propam (Profesi dan Pengamanan) Polres Klaten, Senin 15 Februari lalu,” kata suami Wiwin, Sarip Nuruchman (38), Kamis (17/2).

Sarip masih penasaran, kesalahan apa yang diperbuat istrinya hingga menerima pukulan dengan tangan kosong oleh Iptu Sriyanto. Jika melanggar peraturan lalu lintas, seharusnaya yang bersangkutan tidak perlu memukul helm istrinya.

“Istri saya juga berpendidikan. Cukup diberitahu apa kesalahannya pasti sudah paham. Kalau memang bersalah, silakan ditindak sesuai hukum. Tidak perlu sampai dipukul di depan anak. Membuat traumatis,” kata Sarip.

Ditemui di kios telepon seluler di kawasan Sub Terminal Bendogantungan, paska kejadian dirinya sering dihubungi oleh pihak kepolisian untuk melakukan mediasi. Namun ajakan tersebut selalu ditolaknya karena takut berulang menimpa orang lain.

Ditambahkan, saat operasi tertib lalu lintas di Jalan Raya Yogya – Solo Km.29, tepatnya di depan Rumah Makan Ilham Dukuh Brajan, Desa Trunuh itu, Iptu Sriyanto menunjukan nama dan pangkatnya yang tertera di seragamnya. Jika tidak terima, ia menyuruh untuk melaporkannya, dan diulang sebanyak tiga kali.

“Kami melapor bukan karena membenci polisi. Namun oknum yang seperti itu harus diberantas. Saya harap pimpinan (Kapolres Klaten) dapat bertindak,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge