0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rawan Longsor, 15 KK Selopukang Minta Direlokasi

Warga Selopukang menunjukkan dinding rumahnya yang retak akibat pergerakan tanah (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Khawatir akan adanya pergerakan tanah yang memicu longsor, belasan warga Dusun , Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota mendesak pemerintah untuk merelokasi tempat tinggal mereka. Pergerakan tanah mulai terlihat di beberapa titik, bahkan tembok dinding rumah warga mengalami sudah mengalami keretakan.

“Ada 15 KK di dusun ini yang ingin direlokasi, kami khawatir bukit yang ada di dekat rumah bisa longsor,” ungkap warga Dusun Selopukang RT2/RW4, Narti, Rabu (17/2).

Kondisi seperti ini membuat warga tidak nyaman dan merasa ketakutan. Pasalnya, longsor  pernah terjadi pada tahun 70-an. Sedang saat ini dusun tersebut dihuni sekitar 70 KK, namunyang mengaku terancam ada 15 KK dengan jumlah jiwa 50 orang.

Dikatakan warga lainnya, Riyanto, kondisi saat hujan membuat warga menjadi was-was, bahkan ada yang siap-siap mengungsi.

“Sebenarnya mau minta direlokasi, tapi kami tidak memiliki pandangan lahan baru di sebelah mana. Kami juga belum memiliki uang, makanya ini kami mengharap bantuan pemerintah,” terangnya.

Kepala Desa Sendang, Budi Hardono membenarkan ancaman longsor di Selopukang lantaran kondisi tanah labil. Pihaknya hanya bisa menyampaikannya ke dinas terkait, pasalnya desa tidak memiliki anggaran untuk relokasi maupun antisipasi bencana.

“Warga meminta relokasi, tapi karena kami tidak memiliki dana, kami sampaikan ke DPESDM (Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral),” katanya.

Kepala Bidang Geologi Air Tanah dan Mineral DPESDM Wonogiri, Patrem Joko Priyono telah menyiapkan langkah pengurangan resiko longsor di Selopukang. Lereng bukit bagian atas pemukiman warga bakal dibuat semacam tanggul untuk mencegah air masuk ke pemukiman. Pihaknya pun menyambut baik usulan warga terkait relokasi dan akan menyampaikan kepada pimpinan. Pasalnya wilayah rentan bencana memang seharusnya tidak untuk hunian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge