0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dengan Sentuhan Kreasi, Jenang Dapat Memiliki Nilai Jual

dok.timlo.net/achmad khalik
Festival Jenang 2016 (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Jenang tak hanya dijadikan sebagai makanan tradisi dan pelengkap sebuah ritual hajatan. Melainkan, harus mampu didongkrak menjadi sebuah nilai jual guna meningkatkan ekonomi warga masyarakat.

“Selain sarat akan nilai tradisi, secara perlahan jenang mulai didongkrak untuk memasuki pasar yang memiliki nilai jual ekonomis,” kata pelaku bisnis di Solo, Slamet Raharjo, Rabu (17/2).

Pemilik “Omah Sinten” ini berpendapat, sudah saatnya masakan khas jenang mulai dikembangkan kearah kekinian. Tanpa meninggalkan unsur kental tradisi dimana jenang-jenang yang ada saat ini dilahirkan. Menurutnya, pelaku usaha memang perlu mendorong kreativitas mereka untuk melahirkan jenang dengan modifikasi saat ini. Seperti yang telah berhasil didengungkan, seperti jenis Jenang Bahari yang mengusung makanan olahan laut sebagai isiannya.

“Kalau pelaku usaha berani mengembangkan kreasi mereka, tentunya jenang memiliki nilai jual lebih,” kata Slamet.

Tak menutup kemungkinan, jenang nantinya akan mengikuti jejak makanan tradisi lain seperti nasi liwet. Dimana, dahulu nasi liwet hanya dikonsumsi oleh kalangan Keraton dan dalam acara-acara tertentu saja. Saat ini, makanan khas tersebut sudah dapat ditemui dimana saja.

“Jenang ini sangat layak, jika untuk dikonsumsi seperti halnya nasi liwet. Ke depan, tak menutup kemungkinan ada pelaku usaha yang melirik untuk membuka bisnis dibidang jenang dengan sentuhan dan kreasi cita rasa kekinian,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge