0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemprov Papua Tolak Jemput Eks Gafatar

Gafatar (merdeka.com)

Boyolali — Ternyata tidak hanya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang menolak menjemput warganya di penampungan eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan. Langkah yang sama juga dilakukan Pemerintah Provinsi Papua menolak menjemput lima eks Gafatar ber-KTP Papua.

“Alasannya sama dengan Pemprov Kalbar, lima warga ber-KTP Papua bukan asli sana,” kata Kepala Sub Bidang Pemilu, Pendidikan, dan Budaya Politik Kesbangpolinmas Jawa Tengah, Haerudin, Selasa (16/2).

Mereka ini, kata dia, termasuk dalam rombongan 1.281 eks-Gafatar yang diangkut menggunakan Kapal Dharma Fery II dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sudah tiga pekan ini, mereka tinggal di Penampungan Asrama Haji Donohudan.

“Setelah kita lakukan pendekatan, akhirnya ke lima warga Papua ini memilih kembali ke Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Rusli (25) eks Gafatar asal Kabupaten Biak Numfor, Papua, kedua orang tuanya pendatang asal Sulawesi Tengah. Namun sudah puluhan tahun tinggal di Papua. Bahkan, Rusli mengaku juga dilahirkan di Papua.

“Saya eksodus ke Kalbar September 2015 lalu,” ujarnya.

Sementara itu, 16 eks Gafatar asal Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam meminta dipulangkan ke DKI Jakarta. Mereka takut bila dipulangkan ke Aceh, akan ditolak lingkungan. Menyusul Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan Gafatar sebagai kelompok atau aliran sesat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge