0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Otak Penganiayaan, Bripda Taufik Dituntut 11 Tahun Penjara

Sidang kasus penganiayaan di PN Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Enam terdakwa kasus penganiayaan dan pembakaran yang mengakibatkan korban, Edi Susanto, warga Desa Blagung, Simo, Boyolali tewas, Selasa (16/2), dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri Boyolali. Keenamnya dituntut berbeda sesuai dengan peran masin-masing. Bripda Taufik Ismail, anggota Shabara Polres Wonogiri, salah satu terdakwa dan Agus Renaldi, tuntutanya paling tinggi, yaitu 11 tahun.

“Kedua terdakwa paling sadis dalam menganiaya korban,” kata JPU, Romli Mukayat, Selasa (16/2).

Sementara tuntutan untuk empat terdakwa lainnya, Syamsul Bakri dan Adik Nur Cahyani dituntut 9 tahun dan Mundakir serta Eko Adi Saputro dituntut selama 5 tahun. Dijelaskan, tuntutan tertinggi terhadap Taufik, karena terdakwa merupakan otak penganiayaan dan menyuruh kelima terdakwa untuk menganiaya korban. Taufik saat kejadian menodongkan pistol air soft gun dan mencekik korban, sedangkan Agus Renaldi saat itu memukul korban sebanyak 10 kali dan menyiram bensin ke tubuh korban. Untuk terdakwa Syamsul, memukul korban.Sedangkan terdakwa Mundakir dan Eko Adi, bertugas membeli bensin.

“Perbuatan pembunuhan berencana tidak terbukti, namun mereka terbukti melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas,” ungkap Romli Mukayat.

Sidang tuntutan keenam terdakwa diwarnai tangis histeris dari keluarga terdakwa setelah mendengarkan tuntutan dari JPU. Sidang dilanjutkan minggu depan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge