0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tabrak Truk Berhenti, Dua Siswi SMKN 2 Sragen Tewas

dok.timlo.net/agung widodo
Petugas Satlantas Polres Sragen memeriksa kondisi Honda Bead yang masuk kolong truk (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kecelakaan tragis menimpa dua siswi SMK Negeri 2 Sragen. Lantaran cuaca hujan dan kurang berhati-hati dalam berkendara, keduanya tewas mengenaskan di kolong sebuah truk yang sedang diparkir di Jalan Ring Road Utara, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Selasa (16/2).

“Diduga pengendara sepeda motor Honda Beat tidak melihat ada kbm truk yang sedang berhenti di depannya, sehingga Honda Beat menabrak truk,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Sragen, Iptu Sudarmaji mewakili Kasatlantas AKP Sukmawati.

Kejadian itu berawal saat Devi (17), warga Dukuh Ngamban RT 8, Desa Gawan, Kecamatan Tanon dan Dian Yuli (17), warga Dukuh Mayang  RT 26, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen sekitar pukul 06.40 WIB tengah berangkat sekolah ke SMKN 2 Sragen dengan berboncengan mengendarai Honda Beat AD 5711 AKE. Saat itu memang kondisi cuaca sedang diguyur hujan cukup lebat.

Sementara di Jalan Ring Road Utara, tepatnya di depan Darmo Tirto Sri Luwih, Sidoharjo atau sekitar 150 meter dari Puskesmas Sidoharjo, berhenti sebuah truk gandeng Nopol W 8707 UR yang dikemudikan Yuda Aryanto (26), warga Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Bandar Lampung. Truk tersebut berhenti lantaran mengalami pecah ban.

Saat sampai di TKP, Devi yang berada di depan diduga mengendarai sepeda motor terlalu kencang. Lantaran pandangannya terganggu karena hujan, sehingga tidak melihat truk yang tengah berhenti dan terjadilah kecelakaan. Kerasnya benturan mengakibatkan motor tersebut sampai masuk ke dalam kolong truk. Sedangkan sopir truk yang tengah tertidur di dalam tidak tahu kalau ada yang menabrak. Dia baru bangun setelah diberi tahu salah seorang pengguna jalan.

Kecelakaan itu menyebabkan dua sahabat karib, Devi dan Diam meninggal di tempat kejadian. Devi mengalami leher patah, sedangkan Dian sebagai pembonceng mengalami patah pinggul dan kepala berlubang. Keduanya sempat dilarikan ke RSUD Sragen.

Iptu Sudarmaji menyatakan, pihaknya telah menetapkan sopir truk sebagai calon tersangka. Pasalnya ketika berhenti akibat pecah ban, sopir tidak memasang rambu segitiga pengaman di belakang truk dan tanda lainnya yang berjarak beberapa meter dari truk.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge