0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas, Polisi Jadi Sasaran Racun Sianida Teroris

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Baru-baru ini sekelompok teroris mengancam akan menghabisi anggota Polri dengan racun sianida. Ancaman itu datang, setelah kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan racun sianida ramai diberitakan media.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, ada informasi dari intelijen yang mengendus rencana teroris akan melakukan aksi dengan memberi atau mengirimkan makanan yang sudah dicampur dengan sianida kepada anggota Polri.

Terkait adanya potensi ancaman tersebut, jenderal bintang empat itu meminta anak buahnya untuk waspada pada saat makan di warung ataupun restoran atau diberi sesuatu oleh orang yang tidak dikenal.

“Kami sudah sampaikan ke seluruh jajaran, waspadai makanan dan minuman di warung, resto, kantin. Ancaman teror ini ditujukan untuk Polri termasuk pejabat Polri,” kata Badrodin, Selasa (16/2).

Menurut Badrodin, polisi merupakan target operasi dari para teroris saat ini dan mereka akan melakukan strategi apapun, baik pemboman, penembakan menggunakan senjata api maupun racun untuk membunuh polisi.

“Bisa saja (terinspirasi kasus Mirna). Makanya saya katakan ancaman terhadap anggota Polri itu bisa dengan bom, penembakan atau pakai racun,” katanya.

Seperti diketahui, melalui surat telegram rahasia Nomor: STR/11/2016/ROOPS, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengingatkan seluruh jajarannya di seluruh daerah se-Tanah Air, untuk waspada terhadap ancaman kelompok teroris menggunakan modus baru, yaitu racun sianida.

Rupanya, STR ini juga sudah sampai di Polda Jawa Timur, yang kemudian diteruskan ke seluruh jajarannya di Polres-Polres. Untuk jajaran setingkat Polsek, tidak menerima TR ini. Tapi hanya menerima pesan singkat (SMS) atau broadcast baik BBM (BlackBerry Messenger) dan WhatsApp (WA) secara internal dari tingkat perwira menengah hingga ke bintara.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge