0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Edarkan Narkoba di Wonogiri, Suami-Istri Dibekuk

Rilis kasus Narkoba di Mapolres Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Jajaran Polres Wonogiri kembali menangkap dua tersangka pengedar Narkoba. Polisi juga menyita barang bukti sabu-sabu dengan jumlah belasan gram.

“Kedua pelaku berhasil  kita tangkap pada Sabtu (13/2) dinihari,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, Selasa (16/2).

Tersangka ditangkap di rumah Haryani (38) di Dusun Kenteng RT3/RW1 Desa Gunung Sari, Kecamatan Jatisrono. Di dalam rumah tersebut, polisi pun mengamankan Kentit Suratno (47) warga Kadirejo RT1/RW1 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo. Saat diperiksa, keduanya mengaku pasangan suami istri nikah siri. Namun polisi menduga kuat keduanya merupakan komplotan pengedar barang haram di Wonogiri.

“Kentit ini merupakan DPO Polres Wonogiri, sudah berulang kali masuk bui dengan kasus yang sama. Terakhir di Sragen dia menjalani hukuman 1,6 tahun dan baru menghirup udara bebas lima bulan ini,” katanya.

Dikatakan, dalam penggerebekan itu, polisi menemukan sabu-sabu sebanyak tiga paket dan sejumlah alat hisap. Jika ditotal tiga paket sabu itu sebanyak 11,67 gram dengan nominal Rp 12 juta.

“Satu paket sabu-sabu ditemukan di balik baju yang dikenakan Haryani. Satu paket lagi ditemukan di dalam saku celana dan satu paket lainnya ditemukan di dalam tas miliknya,” kata Kapolres.

Selain itu, polisi juga menemukan 27 sedotan, alat hisap dan plastik untuk mengemas sabu dalam paket paket kecil. Sedang dari pengakuan tersangka, sabu-sabu tersebut nantinya akan dijual kembali.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun. Kedua tersangka masih menjalani penyidikan di Mapolres Wonogiri.

“Kami masih terus mengorek keterangan dari para tersangka ini, karena di rumah yang mereka tempati sering digunakan untuk pesta Narkoba” jelasnya.

Kapolres menambahkan, dengan jumlah sabu seberat 11,67 gram merupakan penangkapan dengan hasil terbesar dan kali pertamanya. Tahun 2015 lalu, pihaknya berhasil mengungkap sembilan kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang.

“Sedang 2016 ini sudah dua kasus terungkap dengan tiga tersangka,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge