0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PK Ditolak, Sriwedari Dieksekusi Paksa?

Kuasa hukum para ahli waris tanah Sriwedari, Anwar Rachman (pegang mic) (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kuasa hukum para ahli waris tanah Sriwedari, Anwar Rachman, mengajukan permohonan eksekusi secara paksa tanah Sriwedari ke Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (15/2). Hal itu dilakukan usai adanya putusan Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Pemkot Solo, Rabu (10/2) lalu.

“Kita telah mengajukan permohonan untuk eksekusi paksa lahan Sriwedari kepada PN Solo, hari ini kita ajukan,” ungkap Anwar saat dijumpai sejumlah wartawan.

Anwar menegaskan, tindakan ini diambil lantaran selama ini proses perundingan antara kedua belah pihak tidak pernah menghasilkan apa-apa. Dia menganggap Pemkot selama ini hanya mengulur waktu, dan tidak pernah memberikan konsep yang jelas tentang pengelolaan lahan bekas Bon Rojo itu.

“Padahal perundingan dan mediasi telah dilakukan sebanyak delapan kali, tetapi tidak ada hasil sama sekali,” tegasnya.

Proses mediasi sendiri berlangsung selama kurun waktu September 2015 hingga awal bulan Februari 2016.

“Raden Mas Tumenggung (RMT) Wirjodiningrat selaku ahli waris telah cukup bersabar, namun karena tidak ada kejelasan, kita minta PN untuk segera melaksanakan eksekusi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge