0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dokter Tak Miliki SIP, Poli Paru RSUD Boyolali Ditutup

dok.timlo.net/nanin
Poli Paru-paru RSUD Pandanaran, Boyolali tutup sementara (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah pasien poliklinik paru-paru di RSUG Pandanaran Boyolali, terlihat masih mengantri didepan pintu poli paru-paru. Mereka sama sekali tidak mengetahui bila poli paru ditutup sementara. Apalagi, tidak ada pengumuman penutupan poli paru-paru di pintu ruangan.

“Sudah menunggu sejak pagi tadi, tapi sampai siang belum ditanggani,” kata Mbah Citro Wiyono (80), warga Keposong, Musuk, Senin (15/2).

Mbah Citro selama ini menderita TBC dan harus segera mendapatkan obat. Namun, karena lama menunggu dan tidak ada kepastian, Citro akhinya memilih pulang dan akan kembali besok.

“Iya ditutup sementara,dipindah ke pelayanan penyakit dalam,” ujar salah satu perawat yang enggan disebut namanya.

Penutupan sementara poli paru-paru, dikarenakan satu-satunya dokter specialis paru-paru di RSUD Pandanaran, Megantara, tidak bersedia melayani pasien dikarenakan tidak memiliki surat ijin praktek. Megantara mengaku akan kembali melayani pasien di poli paru-paru setelah SIP diterbitkan. SIP Megantara sendiri telah habis masa berlakunya sejak setahun lalu, dirinya sudah mengajukan, namun hingga Februari ini belum turun.

“Saya tidak tahu kenapa tidak segera terbit, kan salah kalau melayani pasien tanpa SIP, begitu juga RSUD tidak bisa mempekerjakan dokter tanpa SIP,bukanya saya mogok memberikan pelayanan,” kata Megantara ditemui di Bangsal Cempaka.

Direktur RSUD Pandanaran, Siti Nurrokhmah Hidayati, membenarkan masalah SIP dari salah satu dokter di RSUD. Namun, penerbitan SIP merupakan kewenangan Dinkes. Pihaknya akan segera mendesak dinkes untuk segera mengeluarkan SIP sehingga tidak menganggu pelayanan poli paru-paru.

“Kita akan segera desak Dinkes untuk segera mengeluarkan SIP,” ujarnya.

Sementara itu, menurut salah satu dokter di RSUD Pandanaran, setelah protes yang dilakukan dokter Megantara, Senin  siang, Dinkes akhirnya menerbitkan SIP untuk tujuh dokter.

“Protes dokter Megantara bikin RSUD dan Dinkes Kelabakan,” tandasnya tanpa mau disebut namanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge