0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Truk Proyek Tol Dilarang Melintas Jalan Kampung

Spanduk penolakan truk proyek jalan tol Boyolali-Salatiga dipasang warga Desa Ngargosari, Ampel, di jalan kampung (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Spanduk penolakan warga Desa Ngargosari, Ampel, Boyolali terhadap aktivitas truk material proyek jalan tol Boyolali, Salatiga, terpasang di empat titik. Spanduk bertuliskan “Selamatkan Jalan dan Jembatan”, sebagai bentuk protes warga terhadap aktivitas truk material jalan tol.

“Warga di sini khawatir kalau truk material tersebut merusak jalan dan jembatan kampung,” kata warga setempat, Setiawan, Senin (15/2).

Spanduk tersebut sengaja dipasang oleh Forum Peduli Ngargosari. Selain khawatir keselamatan jalan dan jembatan, spanduk dipasang juga bertujuan agar pihak proyek memberikan uang kompensasi. Uang ini nantinya sebagai ganti rugi bila ada jalan atau jembatan yang rusak akibat aktivitas truk proyek. Apalagi, jalan dan jembatan yang ada bukan untuk dilalui truk bermuatan berat.

“Harapan kita jangan sampai proyek ini nantinya justru meninggalkan permasalahan di kampung kami,” ucap Wakil Forum Peduli Ngargosari, ,Bakrie.

Di sisi lain, Ketua Satker Tol Boyolali-Salatiga, Aidil Fiqri, mengatakan pihaknya sejauh ini belum mengetahui keberadaan spanduk penolakan warga. Pihakknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang menolak akses jalan tersebut. Dengan harapan,penolakan ini tidak akan berdampak pada pembangunan jalan tol.

“Selama ini sepengetahuan kami semuanya baik-baik saja,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge