0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Kaji Permintaan Potongan Pajak TSTJ

dok.timlo.net/setyo
Pintu masuk TSTJ (dok.timlo.net/setyo)

Solo – Permintaan keringanan pajak Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) baru dapat dilakukan setelah adanya kajian. Perubahan besaran pajak juga hanya bisa dilakukan dengan terlebih dulu melakukan perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Daerah.

“Pajak (TSTJ)itu sedang kita kaji. Karena kita kan pegangannya Undang-undang No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kaitannya dengan itu, ya harus ada kajiannya dulu. Tidak bisa langsung dihilangkan atau diturunkan. Harus ada Perdanya juga,” kata Penjabat (Pj)  Walikota Solo, Budi Yulistianto kepada wartawan, Senin (15/2).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso berharap Pemkot memberikan keringan pajak TSTJ. Beban pajak sebesar 35 persen untuk naik gajah dan onta, 20 persen untuk tiket masuk serta 25 persen untuk tiket parkir dinilai terlalu besar.

Budi melanjutkan, pihaknya akan meminta Bagian Hukum Pemkot untuk melakukan pengkajian. Pasalnya, penetapan besaran pajak selama ini juga melalui observasi. Dengan demikian, peninjauan kembali besaran pajak juga harus dilakukan melalui kajian ulang.

“Nanti kita lihat dulu hasil kajiannya seperti apa,” ungkap dia.

Ditanya apakah besaran pajak yang ditetapkan saat ini dinilai Pemkot terlalu besar, Budi menilai hal itu hanya soal sudut pandang saja. Terlebih, uang pajak TSTJ juga masuk ke Pemkot dimana TSTJ juga merupakan bagian Pemkot.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge