0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Pelukis Bak Truk Pantura

merdeka.com
Warsono, Pelukis Bak Truk Pantura (merdeka.com)

Timlo.net – Warsono adalah salah satu pelukis bak truk di Jalur Pantura. Ada tiga orang pelukis termasuk Warsono menjadi cikal bakal gambar-gambar bak truk di Jalur Pantura.

Gambar-gambar hasil tangan Warsono bisa jadi sering terlihat di jalan-jalan. Salah satunya ialah gambar macan dia kagumi. Karena dalam pembuatan gambar binatang buas itu, butuh ketelatenan. Langganan Warsono pun hingga seberang pulau. Paling jauh ialah para sopir asal Nusa Tenggara Barat.

Memang ada ciri khusus buat menandai asal sopir truk itu melalui gambar di belakang bak truk. Menurut Warsono, paling gampang ialah menebak sopir asal daerah Padang, Sumatera Barat.
Menurut dia, sopir-sopir asal Kota Tercinta itu memang tidak neko-neko jika memintanya buat menggambar di bak truk. Salah satunya gambar paling sering ialah gambar gadis muslimah. Di sebelah gambar, sang sopir biasanya juga minta dituliskan sebuah kata.

“Doa ibu,” kata Warsono.

Selain kata-kata itu, sang sopir juga biasanya meminta dituliskan kata-kata mengandung pesan bijak. Misal, paling banyak ditemui ialah ‘Harta, kedudukan, pasangan hidup. Hanya satu yang tersisa!!!’. Gambar-gambarnya tidak vulgar. Bahkan gambar dibuat Warsono bisa mirip sesuai dengan aslinya. Dia pun mengaku jika gambar gadis muslimah biasa dia lukis di bak truk merupakan sosok wanita di dalam majalah yang sering ia baca.

“Gambar itu biasanya imajinasi dan lihat di majalah-majalah bekas,” ujar Warsono.

Selain kata-kata, sopir-sopir asal Padang menurut Suwarno juga sering meminta digambarkan pemandangan alam. Maklum, daerah Padang, Sumatera Barat memang dikenal akan keindahan alam karena wilayahnya memang dikelilingi perbukitan.

Jadi jangan kaget, jika melihat belakang truk bergambar pemandangan atau wanita muslimah, bisa jadi pengemudi mobil itu ialah benar-benar orang Padang.

“Ada juga yang meminta gambar pemandangan,” tutur Warsono.

Sejatinya menurut Warsono dari lukisan dia gambar di bak truk setidaknya ada pesan moral disampaikan. Termasuk juga doa dan lewat kata-kata bijak yang dia buat atas pesanan sang sopir.

“Kalau kata-kata biasanya memang sopir yang meminta,” ujarnya.

[arb]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge