0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Orang Tua Sepelekan Gejala Kanker yang Serang Anak

Kegiatan aksi simpatik memperingati Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) di Jalan Slamet Riyadi (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Banyak diantara para orang tua yang terlambat mengetahui anaknya mengidap penyakit kanker. Padahal, jika dapat diketahui lebih dini maka si buah hati memiliki peluang hidup lebih besar.

“Jika dideteksi lebih dini, kemungkinan sembuh mencapai 80 persen. Namun sebaliknya, jika terlambat kemungkinan sembuh akan tipis,” kata dr Enny Listiawati MPH, seorang pendiri Childhood Cancer Care (3C) Solo disela kegiatan aksi simpatik memperingati Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (14/2).

Gejala dini yang diwaspadai oleh orang tua, kata Enny, diantaranya berat badan yang susah naik atau cenderung turun, serta garis putih dan kuning di mata (mata kucing). Namun, persepsi orang tua justru menganggap hal tersebut sepele. Di Solo, lanjut Enny, saat ini terdapat sekitar 100 anak yang aktif menjalani pengobatan kemoterapi di pusat pengobatan kanker RSUD Dr Moewardi.

“Butuh upaya keras untuk menyembuhkan kanker pada anak. Jika orang dewasa biasanya hanya menjalani kemoterapi sebanyak enam sampai 12 kali, anak yang menderita kanker bisa dikemoterapi antara enam bulan sampai setahun,” jelas dia.

Melalui aksi yang digelar tersebut, 3C ingin menyosialisasikan kepedulian masyarakat terhadap kanker anak. Karena menurut Enny, kanker merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian anak selain diare.

“Leukimia atau kanker darah merupakan jenis yang paling banyak diderita anak. Ada 50-200 kasus per 1 juta anak di dunia. Hanya saja, secara nasional belum tersedia ‘cancer registry‘ untuk mengetahui berapa jumlah anak yang menderita kanker saat ini,” urainya.

Tak heran, kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap kanker anak sangat dibutuhkan.

“Sebab kemoterapi yang berlangsung dalam jangka waktu lama itu jelas mengganggu aktivitas penderita. Di Solo misalnya, banyak penderita yang harus dropout saat baru memasuki bulan keenam,” tegas Enny.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge