0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tebing Sungai Longsor, Rumah Kasiyam Dipindah

merdeka.com
Ilustrasi Tanah Longsor (merdeka.com)

Boyolali — Keluarga Kasiyam (55), warga Dukuh Brangkal, Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, terpaksa diungsikan ke lokasi lebih aman. Sebab, rumah milik keluarga tersebut semakin kritis yang berada di Jurang Sungai Bandung.

“Kondisi tebing sungai di belakang rumah Kasiyam sudah sangat kritis sehingga rumah Kasiyam harus dipindah,” kata Kepala Desa Bandung, Handoyo, Minggu (14/2).

Sementara waktu, lanjut dia, Pemerintah Desa setempat meminjamkan tanah kas desa seluas 10 meter x 8 meter untuk ditinggali keluarga itu. Dipilihnya tanah kas desa, karena Kasiyam merupakan keluarga miskin dan tidak punya aset tanah yang lain. Saat ini jarak rumah Kasiyam dengan bibir sungai Bandung hanya 0,5 meter saja.

“Statusnya hanya sekedar menempati, itupun di areal yang memang jarang dimanfaatkan,” tambah Handoyo.

Terpisah, Kabag Pemdes Setda Boyolali, Arief Wardianta, tidak mempermasalahkan tanah kas desa untuk kebutuhan darurat. Namun, meski hanya bersifat sementara, tapi pihak desa tetap harus membahas hal itu dengan Badan Musyawarah Desa setempat. Ditegaskan, tanah kas desa dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Longsor yang melanda bantaran Sungai Bandung, Wonosegoro, mengancam 38 kepala keluarga, dua rumah diantaranya dalam kondisi kritis. Bahkan satu rumah milik Subeno, warga RT 003/RW 005, Subeno, rusak pada bagian dapur karena tanahnya longsor tergerus aliran Sungai Bandung.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge