0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perempuan Ini Bahagia, Jika Dapat Melayani Masyarakat

Tri Widatik tengah melayani masyarakat (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebuah lembaga yang sehat akan nampak dari kantor pelayanan masyarakat. Manakala, pelayanan di lembaga tersebut memuaskan bagi masyarakat maka tidak menutup kemungkinan bahwa di lembaga tersebut juga bersih dan bebas dari praktek negatif. Namun sebaliknya, jika dalam kantor pelayanan sudah terkesan jutek dan kurang memberi layanan ramah terkadang masyarakat akan enggan untuk kembali.

Hal inilah yang dirasakan oleh salah seorang karyawan di Unit Layanan Informasi DPRD Solo, Tri Widatik. Dara asli Boyolali ini telah menjadi ujung tombak layanan informasi DPRD sejak pertengahan tahun kemarin. Berbagai masalah telah dia lalui, mulai dari masyarakat yang mengajukan proposal kepada wakil rakyat hingga memberikan informasi kepada masyarakat tentang agenda yang diselenggarakan oleh DPRD Solo.

“Menekuni profesi ini seperti makan gado-gado. Ada senangnya, kadang juga ada susahnya, semuanya campur jadi satu,” terang perempuan lulusan Diploma III Komunikasi Massa Poltek Indonusa Solo ini.

Bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku, dirinya merasa bahagia manakala dapat membantu masyarakat memberikan informasi yang dibutuhkan. Disamping itu, melihat masyarakat pulang tidak dengan tangan hampa juga menjadi hal paling indah yang digeluti dari profesinya tersebut.

“Senang, ketika melihat mereka mendapat apa yang mereka inginkan,” kata perempuan yang akrab disapa Datik tersebut.

Meski begitu, ada juga masyarakat yang berkali-kali datang untuk menanyakan apakah proposal yang diajukan mereka telah mendapat persetujuan. Meski begitu, dirinya dengan sabar menjawab dengan ramah. Walaupun, terkadang orang yang datang tersebut salam keadaan emosi.

“Keputusan kan ada pada pimpinan. Saya hanya bertugas melayani. Terkadang sedih juga menghadapi orang seperti itu,” kata Datik.

Tak sebatas memberi layanan informasi semata, terkadang dalam keadaan mendesak dirinya juga dituntut untuk menjadi seorang pembawa acara atau MC dalam kegiatan rapat-rapat khusus yang diadakan tiap komisi. Meski begitu, dirinya sangat mencintai profesi tersebut dengan segala tantangan dan kesenangannya.

“Dapat membantu seseorang itu kesenangan yang tidak ternilai harganya,” tandas perempuan yang hobi travelling tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge