0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingkat Konsumsi Ikan Laut di Solo Masih Minim

timlo.net/achmad khalik
Kasubdit Promosi dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Innes Rahmania (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kota Solo dinilai masih rendah dalam tingkat konsumsi makanan dari produk laut. Tercatat, konsumsi ikan masyarakat Solo kurang dari 20 kilogram per kapita per tahun.

“Secara nasional, tingkat konsumsi ikan atau hasil laut harus 40 per kapita per tahun,” terang Kasubdit Promosi dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Innes Rahmania, Minggu (14/2).

Minimnya angka konsumsi produk atau ikan laut ini, menurut Ines, lataran kurangnya sosialisasi serta berkembangnya mitos-mitos di masyarakat. Dia mencontohkan, seperti ibu hamil yang dilarang makan ikan lantaran takut anaknya bau asin dan masih banyak yang lain. Padahal, kandungan gizi ikan laut sangat tinggi dan mampu meningkatkan kecerdasan.

“Masyarakat belum mengerti sepenuhnya, tentang manfaat ikan laut. Sehingga, ini menjadi tugas pihak-pihak terkait termasuk kami untuk melakukan sosialisasi terus menerus,” kata Innnes.

Wujud sosialisasi yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini tercermin dengan ikut serta dalam kegiatan Festival Jenang 2016 yang dipusatkan di Kawasan Ngarsopuro Jalan Slamet Riyadi Solo. Dalam kegiatan yang mengusung tema “Jenang Nusantara” tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan menghadirkan Jenang Bahari yang terbuat dari makanan olahan laut.

“Makanan olahan laut ini juga bisa dijadikan jenang. Bahkan rasanya gurih dan nikmat,” kata Innes.

Pihaknya berharap, dengan ikut sertanya dalam kegiatan tersebut masyarakat menjadi tergugah untuk meningkatkan konsumsi ikan laut. Mengingat, banyak kandungan gizi yang terkandung di dalamnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge