0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Razia Kendaraan Berhadiah Sepeda Motor

merdeka.com
Razia Kendaraan Berhadiah Sepeda Motor (merdeka.com)

Timlo.net – Gelar razia kendaraan bermotor, Polres Jember punya cara unik. Tiap kendaraan bermotor yang diperiksa mendapat satu kupon undian berhadiah sepeda motor.

Lain di Cirebon, lain pula di Jember. Salah satu kabupaten di Jawa Timur ini juga gencar merazia pengendara, tapi bukan razia sembarangan, tapi razia berhadiah motor.

Kapolres Jember, AKBP Sabilul Arif mengatakan, cara ini cukup efektif untuk menekan tingkat pelanggaran lalu lintas. Pengendara yang tertib merasa mendapatkan apresiasi dari kepolisian sehingga bisa menjadi lebih taat aturan.

“Saya pernah jadi Kasatlantas di Medan dan Surabaya. Banyak hal yang menarik oleh kepolisian untuk mencari stimulan masyarakat agar tertib. Cara untuk menarik masyarakat ini adalah melalui suatu kebanggaan, seperti reward, penghargaan walaupun cuma permen, bunga atau ucapan terima kasih dari polisi,” ungkap Arif, Sabtu (13/2).

Arif menambahkan, caranya cukup mudah. Warga yang melintas di kawasan tertib lalu lintas, tempat razia digelar hanya menunjukkan ketaatannya terhadap peraturan. Jika dianggap sesuai, polisi segera mengeluarkan ’tilang’ berupa kupon undian berhadiah.

Hadiah yang ditawarkan adalah sebuah sepeda motor Yamaha Mio Fino. Sosialisasi ini telah terlaksana selama tiga minggu dari dua bulan yang direncanakan.

“Biasanya orang kalau ada razia lari. Nah, di sana ada razia pada mampir. Cuma ketemu lalu dapat kupon. Saya juga selalu tekankan kepada anak buah agar menjadi anggota yang simpatik,” lanjutnya.

Sejak menjabat sebagai Kapolres Jember, Arif mengaku salah satu konsentrasi utamanya adalah mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Untuk menyukseskan program tersebut, dia menggandeng beberapa sponsor yang berminat membiayai atau memberikan hadiah bagi pengendara yang beruntung.

“Kepolisian sebagai institusi harus punya pola-pola, sistem, stimulan untuk mengajak masyarakat tertib. Kerja sama dengan sponsor, netizen. Karena kita ini juga punya market, pasar. Sehingga yang dipasarkan harus bernilai,” jelas dia.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge