0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelum Ditangkap, Terduga Teroris Diskusi soal Dana Desa

dok.timlo.net/iwan
Lokasi penangkapan terduga teroris di Griyan, Pajang, Lawweyan, Solo masih diberi garis polisi (dok.timlo.net/iwan)

Klaten — Kepala Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Hary Wibawa menyebutkan, memang ada penangkapan salah seorang warganya, JM, oleh Tim Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88), Jumat (12/2).

“Iya, namanya Jaka Mulyanta (43) alias Harjoko. Diambil (Densus) habis jumatan, tapi saya diberitahu sekitar pukul 14.00 WIB, ditelepon pak Kapolsek untuk menyaksikan penggeledahan,” kata Hary.

Selama penggeledahan, kata dia, polisi memeriksa seluruh isi rumah Jaka Mulyanta di Dukuh Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper itu. Polisi hanya menyita sejumlah buku dan bukti transfer uang sebagai barang bukti. Namun demikian, Harry tidak mengetahui isi bukti transfer dan judul buku-buku yang disita.

“Ada buku juga yang dibawa, kalau enggak salah tentang perang tersembunyi, atau apa yang seperti itu seperti itu,” kata dia kepada wartawan.

Disinggung soal kaitannya sebagai simpatisan jaringan teroris Poso kelompok Santoso, Hary mengaku tidak mengetahuinya. Tapi berdasarkan keterangan keluarga Jaka Mulyanta, ada salah seorang yang sudah lama mengikuti dia untuk mempelajari akupuntur.

“Salah satu ingin mempelajari akupuntur, dan selama ini ada yang ikut dia. Katanya, buka (praktik akupuntur) di Poso. Sebelum buka, jadi obat-obatnya (akupuntur) dikirim dari sini,” bebernya.

Ditambahkan Hary, sosok Jaka Mulyanta dalam bermasyarakat sangat bagus. Belum lama ini dia bersama Jaka mendiskusikan tentang penggunaan dana desa.

“Kemarin belum lama jagongan dengan saya. Konsep saya dana desa untuk membuat warung atau apotik hidup. Kami sharing karena masyarakat Indonesia mulai meninggalkan tanaman asli apotik hidup,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge