0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kartu Identitas Anak Dicurigai Proyek Habiskan Uang

dok.merdeka.com
Kartu Identitas Anak. ©dukcapil.kemendagri.go.id (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kementerian Dalam Negeri mulai Kamis (11/2) memroses pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak berumur di bawah 17 tahun.

Menurut Mendagri Tjahjo Kumolo, kartu tersebut berguna untuk memudahkan pengurusan identitas diri seperti membuka tabungan di bank dan membuat paspor.

Lalu sebenarnya perlukah KAI itu?

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengungkapkan, sebelum mengangan-angankan KIA, lebih baik bereskan dahulu e-KTP.

“Kalau saya perlu bereskan e-KTP dulu, gak usahlah macam -macam lagi,” kata Agus saat dihubungi merdeka.com, Jumat (12/2).

Agus menuturkan, KIA merupakan pembahasan yang perlu dikebelakangi dahulu. Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini masih banyak yang memerlukan Single Identification Number atau identitas diri yakin e-KTP. Karena nyatanya masih sedikit masyarakat yang sudah terdaftar e-KTP.

“Bangsa ini perlu Single Identification Number (SIN) supaya urusan negara dan rakyat menjadi mudah. Dengan adanya SIN, pemerintah jadi mudah memberikan subsidi kepada masyarakat perorangan dan sumbangan untuk orang-orang miskin,” ungkapnya.

“Kan sekarang e-KTP macet. Lihat saja sudah berapa triliun uang yang dihabiskan? Tapi masih banyak yang susah dapat e-KTP,” tambahnya.

Dia berharap agar sesegera mungkin semua masyarakat Indonesia memiliki e-KTP, sehingga semua data di dalamnya bisa dibaca dan tak perlu adanya fotokopi. “SIN itu perlu, kenapa kasih KTP kalau tak bisa alat pembacanya. Selesaikan saja dulu!” tegasnya.

Agus pun mencurigai bahwa KIA yang diusung merupakan proyek pemerintah untuk habiskan uang saja. “Kalau KIA itu kedua. Nggak usah macam-macam. Saya curiga ini proyek cari duit doang,” ungkap Agus.

“Selesaikan saja dulu e-KTP, baru nanti pikirin KIA. KIA itu kan manfaatnya juga masih angan-angan. Lagian menurut saya itu cuma proyek-proyek habiskan uang saja,” tutupnya.¬†[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge