0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketinggian Bengawan Solo Naik Turun, BPBD Solo Siaga

Rumah warga di bantaran Bengawan Solo rentan kebanjiran (dok.timlo.net/red)

Solo – Hujan yang turun hampir setiap sore membuat kondisi Sungai Bengawan Solo dalam kondisi waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo terus memantau ketinggian Sungai Bengawan Solo yang naik turun.

“Pagi tadi sekitar jam 07.00 WIB masuk siaga kuning. Laporan ketinggiannya 7,6 meter. Ketinggian di atas 7,5 meter itu mulai siaga kuning,” kata Kepala BPBD Solo, Gatot Sutanto kepada wartawan, Jumat (12/2).

Menurut Gatot, ketinggian air Sungai Bengawan Solo sempat naik pada Kamis (11/2) malam. Ketinggian mencapai 7,5 meter. Dalam posisi banjir kemarin, ketinggian air Sungai Bengawan Solo mencapai 8,9 meter atau siaga merah. Gatot berharap, dalam posisi siaga kuning saat ini, ketinggian air Sungai Bengawan Solo bisa segera turun.

Terkait pengungsi di bantaran Sungai Bengawan Solo, Gatot menerangkan, lantaran banjir cepat surut, rata-rata pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun demikian, beberapa barang-barang pengungsi masih dibiarkan di tenda pengungsian. Hal ini karena banjir masih memungkinkan setiap saat terjadi.

Ditanya soal logistik, Gatot menerangkan, hingga saat ini logistik yang dikirim baru sebatas mie instan. Pihak BPBD mengirimkan sekitar 20 dus. Sementara, Perum Jasa Tirta mengirimkan 100 dus.

“Kami sedang mengajukan tambahan logistik ke Propinsi. Dapur umum belum karena pengungsi sudah balik ke rumah,” ungkap dia.

Gatot menambakan banjir di bantaran terjadi lantaran beberapa warga yang seharusnya direlokasi belum bisa direlokasi karena beberapa kendala. Jika seluruh warga bantaran sudah direlokasi, Gatot meyakini banjir bantaran tidak akan terjadi lagi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge