0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudetan Satu Sisi Memang Aman, Tetapi Wilayah Lain Parah

timlo.net/eko prasetyo
Pakar Sumberdaya Air dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Dr Ir Mamok Suprapto MSc (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Belakangan ini hujan mulai sering turun, sehingga di sejumlah tempat tidak jarang mengakibatkan banjir. Seiring dengan itu berbagai upaya mengendalikan debit air yang melimpah, agar terjadi musibah banjir lebih parah, seperti halnya yang dilakukan terhadap sungai Bengawan Solo.

“Salah satunya memang dengan upaya membangun sudetan atau anak sungai buatan,” ungkap Pakar Sumberdaya Air dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Dr Ir Mamok Suprapto MSc kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Jumat (12/2).

Namun terkait adanya usulan pembuatan sudetan, Mamok mengaku, kurang sependapat. Seperti sungai Bengawan Solo, meski dengan dibuat sudetan, Solo dan sekitarnya aman dari genangan, Namun daerah hilir bengawan Solo seperti halnya Bojonegoro akan mengakibatkan banjir yang lebih parah. Sebab adanya sudetan menyebabkan aitr mengalir lebih cepat dan lebih banyak ke daerah hilir.

”Artinya permasalahan aliran air, tidak bisa sepotong-potong, tetapi harus menyeluruh dan melibatkan wilayah lain yang terkena dampak,” ujarnya.

Sementara berkait dengan pengentasan banjir perkotaan di Kota Solo, Mamok mengatakan, harus memaksimalkan fungsi pompa untuk membuang genangan air dalam kota ke sungai Bengawan Solo. Pompa itu dilakukan karena permukaan Bengawan lebih tinggi.

Karena itu pengecekan secara berkala hendaknya terus dilakukan baik pintu air, pompa maupun prasarana pengendali banjir lainnya, termasuk pemeliharaan dan pembenahan drainase kota.

“Apalagi agaknya Kota Solo belum memiliki masterplan drainase, sehingga perbaikannya sering sepotong-potong,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge