0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Super Tucano milik TNI AU Dikandangkan

merdeka.com
Pesawat Super Tucano (merdeka.com)

Timlo.net – Seluruh jenis pesawat Super Tucano milik TNI AU dilarang terbang. Larangan ini dilakukan menyusul jatuhnya pesawat Super Tucano TT-3108 di Kota Malang, Rabu (10/2).

“Super Tucano yang lain tidak kita terbangkan terlebih dahulu. Sambil kita lakukan analiasa dan kajian,” kata Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama Djoko Senoputro, Jumat (12/2).

Super Tucano TT-3108 jatuh di permukiman di Gang XII Jalan LA Adisucipto Kelurahan Blimbing, Kota Malang. Akibat kejadian tersebut sejumlah rumah mengalami kerusakan dan empat orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Sebanyak 11 pesawat yang lain sementara waktu tidak diterbangkan. Pihaknya menunggu sampai keluar hasil kajian penyebab kecelakaan.

“Kita belinya kan baru, tidak tahu ada apa yang terjadi ini. Kita juga tidak tahu, sehingga perlu kajian,” tegasnya.

Sekitar akhir Februari dijadwalkan sejumlah Super Tucano baru akan dikirimkan dari pabriknya. Pembelian tersebut merupakan bagian dari kontrak tahun 2010. Secara beranggsur pesawat tersebut dikirimkan sesuai perjanjian.

Bersamaan tim mengirimkan pesawat, mereka akan mempelajari penyebab kecelakaan yang dialami oleh Super Tucano.

“Sementara belum tahu tentang teknisi dari Brazil, pimpinan yang bisa jawab,” katanya.

Djoko menegaskan bahwa pesawat tersebut telah melalui prosedur perawatan yang berlaku. Setiap 50 jam penerbangan akan dilakukan pengecekan sistem hidrolik dan engine. Kemudian pada setiap 300 jam akan dilakukan perawatan secara total.

“Kita sudah melakukan perawatan sesuai dengan prosedur. Kita kaji kembali, mana yang salah. Bukan mencari kesalahan, tapi kita memperbaiki kesalahan yang ada,” katanya.

Djoko mengaku belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Super Tucano secara pasti. Ada sebuah tim yang sedang bekerja untuk mengetahui penyebabnya. Hasilnya akan diumumkan secepatnya.

“Namanya barang kan tidak semua baik, kita beli baru, walau semua baru kita tidak tahu kualitasnya kan. Nah kita sedang teliti bagaimana ini terjadinya,” jelas dia.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge