0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Tasin Dua Kali Ambrol Kena Longsor

dok.timlo.net/nanang rahadian
Longsor di Jatiyoso, Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Jembatan Tasin yang menghubungkan Dukuh Ngantirejo dengan Dukuh Pengkok dan Dukuh Pondok di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar diketahui pada 2007 lalu juga ambrol terkena longsor. Kemudian dibangun jembatan baru disamping jembatan lama.

“Lha ini malah ambrol lagi kena longsor,” kata Kepala Desa Beruk, Sartono, Kamis (11/2).

Kepala Desa Beruk Sartono mengatakan, agar Dukuh Pengkok dan Pondok tidak terisolir, warga bekerja bakti membuat jalan alternatif di sisi utara dan selatan.

“Jalan alternatif selatan, tembus ke wilayah Dukuh Puntuksari di Desa Wonorejo. Sementara yang utara ke Ngantirejo, untuk akses anak-anak sekolah dan petani yang membawa hasil buminya,” jelasnya.

Sebelumnya, dua jalan alternatif tersebut hanya berupa jalan setapak, yang biasa digunakan petani.

“Sekarang dilebarkan sampai sekitar satu meter, agar lebih nyaman. Sepeda motor juga bisa lewat,” katanya.

Dikatakan juga, di dua dukuh tersebut terdapat sejumlah ibu hamil dan lansia yang butuh pemeriksaan kesehatan. Karena jembatan terputus, untuk sementara bidan desa akan didatangkan ke dua dukuh itu, jika ada yang butuh pemeriksaan kesehatan.

Mengenai kemungkinan terjadinya longsor susulan, Sartono mengatakan, hal itu masih bisa terjadi. Sebab di sekitar titik longsor, masih ada retakan tanah yang memanjang. Retakan itu sudah muncul, saat longsor terjadi pada 2007 silam.

Oleh warga, retakan itu kemudian ditutup tanah agar tidak semakin melebar.

“Tapi kali ini, karena curah hujan yang cukup tinggi, retakannya mbukak lagi. Jadi ada kemungkinan longsor susulan,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge