0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prostitusi di Gunung Kemukus Beroperasi Lagi?

(Ilustrasi) Petugas merazia rumah yang dijadikan tempat prostitusi di Gunung Kemukus (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kawasan wisata Gunung Kemukus yang telah ditutup pada tahun 2014 oleh Gubernur Jawa Tengah. Namun beredar kabar, khusus untuk karaoke dan prostitusi, diam-diam mulai beroperasi kembali. Hal ini dibuktikan dengan diamankannya dua pekerja seks komersial (PSK) dan seorang lelaki pemilik karaoke di kawasan tersebut oleh Polsek Sumberlawang, Kamis (11/2).

”Sebagaimana kita ketahui bersama, sejak 2014 Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan kebijakan agar giat yang berbau prostitusi di Gunung Kemukus ditutup,” kata Kapolsek Sumberlawang, AKP Sugiyarto mewakili Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo.

Razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan oleh lima personel Polsek Sumberlawang memang menyisir semua wilayah, termasuk kawasan Gunung Kemukus yang berada di Desa Pendem.

Dua PSK yang diamankan itu masing-masing Wahyu Tri Sumarti (21), warga Dukuh Karangasem, Desa Teter, Kecamatan Simo, Boyolali, dan Anita Novitasari (23), warga Dukuh Kayumas, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Sedangkan seorang lelaki yang diamankan, Bero (34),warga Dukuh Sumber rejo, Desa Giri Margo, Kecamatan Miri, Sragen. Bero diketahui merupakan pemilik karaoke illegal di kawasan Gunung Kemukus.

AKP Sugiyarto mengaku, telah melakukan sosialisasi dan pengarahan bersama Muspika setempat kepada warga sekitar Gunung Kemukus untuk tidak melakukan praktek prostitusi dan membua karaoke.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge