0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gerhana Matahari Total Bisa Dilihat Jelas di 11 Wilayah

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Fenomena gerhana matahari total (GMT) akan terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang. Peristiwa alam ini terjadi karena posisi matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Satya, mengatakan GMT diprediksi akan melintasi sebelas wilayah di Indonesia. Sebelas wilayah itu antara lain, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

“Efek dari GMT ini, wilayah yang dilintasi akan terkena bayangan gelap bulan,” kata Andi, Kamis (11/2).

Fenomena ini tidak terjadi di belahan dunia lain. Itu sebabnya BMKG akan memaksimalkan persiapan untuk mengetahui kejadian ilmiah yang akan terjadi hanya di Indonesia ini.

BMKG mengharapkan masyarakat memanfaatkan insiden tersebut dengan mengambil sisi ilmiahnya.

“Kalau ada gerhana matahari dulu kita justru diminta untuk tinggal di rumah. Tapi ini fenomena ilmiah yang terjadi, justru kita mengimbau untuk melihat fenomena yang terjadi,” jelasnya.

GMT, kata Andi terjadi pada saat bulan perlahan menutupi piringan matahari. Semakin lama area piringan matahari semakin besar dan terus tertutupi.

Setiap gerhana memiliki tipe dan pola tertentu yang berbeda dengan tipe gerhana di waktu lain. Sementara cara piringan bulan menutupi matahari juga ada polanya tersendiri.

Dalam ilmu astronomi dikenal dengan siklus Saros yakni periode 18 tahun 11 bulan 8 jam, siklus ini untuk memprediksi terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge