0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir, Aliran Air PDAM Solo Terganggu

Rumah warga rt 03 rw 02 Putat Sewu tergenang banjir. Pukul 06.00 wib, tinggi air masih sekitar 70 cm (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Meluapnya Sungai Bengawan Solo, Rabu (10/2) malam, berimbas pada operasional instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo yang terletak di Jurug. Operasional IPA sempat dihentikan selama lebih kurang 5,5 jam.

“Operasional IPA kita hentikan mulai pukul 23.00 WIB sampai pukul 04.30 WIB karena kita khawatir air akan bercampur dengan lumpur dan banjir sehingga berpotensi merusak jaringan,” kata Direktur PDAM Solo, Maryanto kepada wartawan, Kamis (11/2).

Meski hanya sementara, penghentian operasional IPA berdampak pada aliran pelanggan di wilayah Kecamatan Jebres. Sekitar 8.000 pelanggan di Kecamatan Jebres terutama di Kelurahan Jebres, Jagalan, Pucangsawit, Sewu, Petoran, Sudiroprajan dan sekitarnya terganggu.

“Walaupun IPA di Jurug sudah mulai dioperasionalkan kembali tadi pagi, namun aliran pelanggan sejak siang belum sempurna,” tutur dia.

Maryanto melanjutkan, untuk mengantisipasi gangguan aliran pelanggan berlanjut, PDAM melakukan drooping air bersih di kawasan tersebut. Bagi pelanggan yang alirannya belum normal, Maryanto meminta pelanggan menghubungi PDAM terdekat.

 

 

 

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge