0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bangun Patung Loro Blonyo, Pemkot Solo Diminta Hati-Hati

dok.timlo.net/daryono
Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Kalangan DPRD Solo menyoroti pembangunan patung Loro Blonyo sebagai penanda batas kota di kawasan Banjarsari oleh Dinas Tata Ruang Kota (DTRK). Mereka meminta supaya Pemkot berkoordinasi dengan budayawan terkait pembangunan patung yang menelan dana hingga Rp 1,3 miliar tersebut.

“Terus terang kami khawatir kalau pembangunan patung Loro Blonyo menyalahi aturan atau pakem Jawa,” terang Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno, Kamis (11/2),

Pihaknya, kata Sukasno, tak ingin mengulang kembali peristiwa pembangunan empat Patung Gupala yang berada di Bundaran Baron. Pasalnya, empat patung yang dibangun tersebut menghadap ke empat penjuru mata angin. Padahal, dalam pakem budaya Jawa, Gupala selalu sejajar dan tidak pernah saling membelakangi satu dengan yang lain. Sehingga terpaksa, patung Gupala yang telah jadi dan dipasang tersebut kembali dibongkar.

“Sindiran dari masyarakat, Gupala itu jejer (sejajar —Red). Bukan ungkur-ungkuran (saling membelakangi),” terang Sukasno.

Dari contoh tersebut, pihaknya ingin supaya Pemkot Solo berhati-hati dalam melakukan pembangunan proyek yang mengusung pakem adat Jawa.

Tahun ini, proyek pembangunan tanda batas kota akan dilakukan di wilayah Banyuanyar dan Kadipiro. Patung Loro Blonyo akan dikerjakan satu paket beserta pedestrian kawasan Adi Soemarmo dengan total anggaran mencapai Rp 1,3 miliar. Rencananya proyek tersebut sebagai langkah untuk membangun kawasan Solo utara yang juga akan terhubung dengan megaproyek jalan tol Solo-Kertosono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge