0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bengawan Solo Mbludak, 15 Rumah Warga Terendam

dok.timlo.net/nanang rahadian
Air menggenangi rumah warga (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sebanyak 15 rumah warga di Dukuh Daleman RT 7 RW 6, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar terendam air akibat luapan Bengawan Solo. Hujan yang mengguyur Soloraya dan sekitarnya sejak Rabu (10/2) sore hingga malam membuat sungai terpanjang di Pulau Jawa itu tak mampu menampung air.

“Total rumah di Dukuh Daleman ada 34 unit, dihuni 36 KK. Dukuh Daleman memang terletak persis di samping talut Bengawan Solo dan menjadi langganan banjir,” kata Kepada Dusun Banaran, Guntoro, Kamis (11/2).

Guntoro mengatakan, pukul 22.00 WIB, air mulai masuk kampung yang dimulai dari sebelah utara yang posisinya paling rendah, lalu merembet ke selatan. Ketinggian air di sisi utara sampai 1,5 meter, sementara di selatan paling dangkal 0,5 meter

“Ada 15 rumah yang sempat tergenang namun tidak lama,” kata Guntoro.

Kamis pagi pukul 04.00 WIB, lanjut Guntoro, air mulai surut. Untuk menghindari datangnya banjir susulan sebagian warga yang rumahnya terendam diungsikan ke tenda yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar di tempat yang aman. Sedangkan kaum prianya, berjaga-jaga di kampung.

“Bantuan sembako untuk warga yang kebanjiran sudah diberikan BPBD,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 7/ RW 6 Budi Hari Sutanto mengatakan, di musim hujan ini, seluruh warga sudah waspada. Barang-barang berharga yang dimiliki, sebagian disimpan di loteng yang ada di dalam rumah, sehingga aman dari terjangan air jika banjir datang.

“Selama musim hujan, kami terus waspada. Apalagi musim hujannya masih beberapa lama lagi. Secara bergiliran, warga ronda kalau hujan mengguyur dengan durasi lama. Ada yang mengecek ketinggian Bengawan Solo secara berkala, sehingga bisa ketahuan jika air mulai masuk kampung,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge