0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertanian Organik Kuncinya Aliran Air yang Digunakan

dok.timlo.net/tyo eka
Pakar Pertanian Organik UNS, Dr Joko Winarko (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pakar Pertanian Organik Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr Joko Winarko menyatakan, pertanian organik kuncinya adalah aliran air yang digunakan. Terutama asal-asul aliran air yang mengaliri lahan pertanian organik.

“Artinya tidak asal menyatakan hasil pertanian organik tanpa mengetahui nasab atau asal-usulnya air yang mengalirinya atau hamparan daerah aliran sungai,” jelas Joko kepada Timlo.net, di ruang Humas UNS, Solo, Kamis (11/2).

Joko mengatakan, apabila hamparan daerah aliran sungai atau asal usul aliran sungai di atasnya sudah menggunakan produk kimia misalkan pupuknya atau tercemar kimia termasuk pulutan logam berat, barang tentu pertanian yang awalnya bakal diklaim sebagai hasil organik, maka sudah tidak bisa dikatakan organik lagi, karena sudah tercemar sekalipun sedikit bahan kimia.

“Lagi-lagi karena asal aliran air,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Joko, untuk membudidayakan pertanian organik sekarang ini tidak gampang, bahkan bisa dikatakan sulit dan berat. Salah satu solusinya adalah membangun komunitas yang secara bersama-sama membangun hamparan dan memperbaiki proses aliran air yang ada. Sebab konsep utama pertanian organik sekarang ini tidak bisa lepas dari aliran air yang memang murni tidak tercemar bahan kimia.

“Komunitas itu maksudnya, untuk saling memperhatikan dan mengoreksi dalam rangka mengantisipasi pencemaran terutama dari bahan kimia,” jelasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge