0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Diminta Dukung TSTJ

dok.timlo.net/setyo
Pintu masuk TSTJ (dok.timlo.net/setyo)

Solo – Perusahaan Daerah (Perusda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dinilai kalangan legislatif memiliki proyeksi menjadi pusat rekreasi yang menjanjikan. Meski begitu, Pemkot masih enggan untuk menggelontorkan dukungan riil supaya kawasan konservasi satwa ini berkembang.

“Seharusnya Pemkot memberikan dukungan riil supaya TSTJ dapat berkembang,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Rabu (10/2).

Menurut politisi asal Partai PDI-P ini, Pemkot enggan memberikan dana lantaran pendapatan asli daerah (PAD) lahan seluas 14 hektar ini dinilai sangat kecil. Namun, berdasarkan hasil pengamatan selama ini pajak setoran tiap tahun dari TSTJ terus meningkat. Pihaknya membeberkan, tahun 2015 TSTJ menyetor pajak senilai Rp 600 juta. Untuk tahun ini TSTJ menargetkan penyetoran pajak hingga Rp 700 juta.

“Dari sini (setoran pajak-red) saja sudah kelihatan kalau kawasan TSTJ memiliki proyeksi pusat rekreasi yang menjanjikan,” terang Honda.

Pihaknya mendesak, supaya Pemkot memberikan dukungan terbaik terhadap kebun binatang satu-satunya di eks Karisidenan Solo tersebut. Apalagi, rencananya TSTJ menjadi satu diantara dua taman satwa di Indonesia yang dijadikan pilot project pusat konservasi. Jika pemerintah pusat sudah memutuskan seperti itu, politikus PDI Perjuangan itu pun meminta pemkot dapat mengambil peran.

“Kita minta pemkot membackup program itu. Bagaimana Jurug itu bisa bangkit, Pemkot jangan tinggal diam,” kata dia.

Terpisah, Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengaku siap mendapat bantuan kalangan legislatif tersebut. Menurutnya program revitalisasi TSTJ telah memasuki tahap pematangan grand desain penataan kawasan. Rencananya, akhir bulan ini akan dipaparkan kepada Presiden guna ditindaklanjuti.

“Akhir Februari ini deadline, kami sudah dua kali melakukan konsultasi,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge