0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepala Desa Karangduren Akui Tukar Guling Tanpa Dokumen

Kantor Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kepala Desa (kades) Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Muh Marsum, tak menampik adanya konflik kepemilikan kantor desa setempat. Hal itu menyusul permintaan pengembalian lahan oleh ahli waris lahan kantor desa, Kusnan Hadiwiyono (73), warga Dukuh Somolinggang, Desa Karangduren.

“Dulu (tukar guling) lahan kantor desa hanya secara lisan. Lahan milik warga (Kusnan) itu belum menjadi hak milik pemerintah, sedangkan lahan kas desa yang dikerjakan warga juga belum menjadi haknya,” kata Marsum.

Diterangkan, kantor desa yang terletak di Jalan Deles Indah Km 4 itu dibangun sekitar tahun 1975. Diatas lahan milik keluarga Kusnan itu tercatat memiliki luas sekitar 2.600 meter persegi.

“Dalam tukar guling secara lisan itu, lahan milik keluarga Kusnan digunakan untuk kantor desa. Sebagai pengganti, keluarga Kusnan boleh mengerjakan lahan kas desa berupa sawah seluas 3.000 meter persegi. Dia sudah mengelola lahan (sawah) itu sejak lama tapi memang aksesnya sangat sulit dan terpencil karena terletak di tepi sungai,” terang Kades Karangduren.

Pada 2012, kata dia, pemerintah desa (pemdes) telah memproses pengajuan administrasi tukar guling tersebut dan diselesaikan pada 2013. Namun demikian, pemdes tidak memiliki bukti otentik serah terima tanah pada puluhan tahun lalu.

”Kami kaji lagi, kalau tidak menemukan bukti lukiran (tukar tanah) akan kami carikan aturannya sesuai ketentuan pelepasan aset desa dan tukar guling. Lalu tahun ini dimintakan rekomendasi pemkab untuk diserahkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Pasalnya pemilik lahan minta tahun ini selesai, jika tidak akan dibongkar,” kata Marsum.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge