0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dekati Siaga Merah, BPBD Solo Pastikan Kesiapan Stakeholders

Ilustrasi Banjir (merdeka.com)

Solo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana. Mengingat berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan terus meningkat hingga akhir Februari. Di sisi lain, kondisi hujan di Solo akhir-akhir ini sudah mendekati siaga merah.

“Melihat situasi cuaca sudah seperti ini, pengamatan tinggi muka air Bengawan Solo kemarin sampai delapan meter koma sekian, itu hampir siaga merah. Karena itu kita mengadakan rapar koordinasi,” kata Kepala BPBD Solo, Gatot Sutanto kepada wartawan usai rakor koordinasi kewaspadaan bencana di Balaikota Solo, Rabu (10/2).

Menurut Gatot, rakor melibatkan intansi vertikal dan horisontal seperti Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Perum Jasa Tirta serta 17 komunitas relawan. Melalui rakor itu, Gatot kembali menegaskan kesiapan seluruh stakeholder mengadapi potensi bencana dalam dua pekan kedepan.

“Rakor juga melihat kembali potensi yang ada di setiap personil. Personilnya berapa, kemampuannya seperti apa. Setiap komunitas kita lihat kembali kemampuannya dari penyediaan dapur umum sampai peralatan medis,” ungkap dia.

Gatot menambahkan, saat ini BPBD juga sudah mendirikan posko di tiga titik yakni Kota Barat, Pedaringan dan Gading. Tidak hanya potensi banjir, posko mengantisipasi segala potensi bencana seperti angin dan pohon tumbang.

“Posko itu berfungsi mengatur komunikasi, logistik dan pengiriman personil saat bencana terjadi agar efisien dan efektif,” ungkap dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge